Satu Tahun Achmad Fauzi Memimpin Sumenep

- Admin

Minggu, 27 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Jum’at 26 Februari 2021 merupakan sebuah momen penting tercatat dalam sejarah, Achmad Fauzi dilantik secara sah sebagai Bupati Sumenep periode 2021-2024, dan mulai saat itu euforia demokrasi menggema, harapan baru menyala.

Tanpa terasa, sejak dilantik sejak 26 Februari 2021 lalu di Gedung Grahadi Surabaya, dan saat ini di tanggal yang sama pula yaitu 26 Februari 2022, kepemimpinannya telah genap berusia 1 tahun, telah berbentuk angka yang sempurna sebagai angka 1. Bukan setengah, apalagi seperempat. Namun, bagaimana dengan kebijakan-kebijakan dan terobosan-terobosan politiknya, sudah sesempurna angka 1 itukah?

Sejatinya, selama 1 tahun memimpin Sumenep, meski harus memimpin dalam situasi tak menentu karena badai Covid-19, dan serta meski harus menghadapi berbagai kompleksitas politik yang ada dan konfigurasi politik kepentingan (etis dan juga subjektif) yang cukup beragam, Achmad Fauzi telah memberikan banyak perubahan bagi Sumenep.

Sesuai dengan tagline kepemimpinan politik Bupati Fauzi yaitu #Bismillah Melayani, maka dalam bidang pelayanan, sejauh ini Fauzi telah menghadirkan layanan Call Center 112. Di mana dengan kehadiran layanan ini, keluhan masyarakat atau kejadian yang sifatnya darurat dengan cepat dapat diketahui dan tertangani oleh petugas berwajib.

Bahkan, Bupati Fauzi ataupun pejabat yang diberi wewenang dapat langsung memantau perkembangan sebuah persoalan yang sedang ditangani melalui Call Center 112. Ini adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi, dengan catatan pelaksanaannya tidak hanya terkesan ‘memenuhi target inovasi’.

Baca Juga:  AMMS Desak Pemkab Sumenep Tutup Galian C Ilegal

Selain menghadirkan layanan Call Center 112, sejauh ini Fauzi juga telah meluncurkan aplikasi HomPIMPA (Healt Indicator Modules with Appropriate Integred Metdods for Proper Access of Health Information); (Indikator Kesehatan dengan Metode Terintegrasi Tepat Guna untuk Akses Memadai Informasi Kesehatan).

Harapannya, dengan hadirnya aplikasi HomPIMPA ini, data kesehatan masyarakat Sumenep bisa terintegrasi menjadi satu, sehingga dapat memudahkan petugas medis dalam memberikan penanganan kesehatan.

Saya kira, dua terobosan tersebut merupakan dua terobosan berharga yang mampu dicetak oleh Ahmad Fauzi dalam kurun waktu 1 tahun sejak dilantiknya menjadi orang nomor satu di Sumenep. Namun, saya berharap hal ini tidak menjadi dua yang terakhir dari periode kepemimpinannya. Artinya, kita berharap, semoga akan banyak kebijakan-kebijakan inovatif lainnya yang bisa dilakukan Bupati Fauzi. Sebab, perjalanan masih panjang, dan masih banyak perubahan-perubahan lainnya yang ditunggu banyak masyarakat Sumenep.

Dalam hemat saya, pasca 1 tahun memimpin Sumenep ini, masih banyak yang harus dilakukan oleh Bupati Fauzi. Misalkan, seperti reformasi birokrasi. Dalam 1 tahun kepemimpinan Fauzi, masalah ini nampaknya belum mendapatkan perhatian serius.

Padahal, masalah serius itu sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, hal itu berkelindan dengan misi kepemimpinan politik Bupati Fauzi, yakni melayani. Bagaimana hendak melayani rakyat, jika birokrasinya rumit dan berbelit-belit, bukankah begitu logikanya?

Baca Juga:  Tebang Pilih Media, Kepala Dinas PUPR Sampang Sulit Ditemui Wartawan

Namun, terlepas dari semua itu. Kita yakin, bahwa cepat atau lambat Bupati Fauzi akan melakukan reformasi birokrasi itu. Sebab, secara prinsipil, ia kerap menyatakan bahwa ia tidak mau orang-orang disekitarnya hanya memiliki kecakapan retorik, tetapi gagal di dalam pelaksanaan.

Di status WhatsApp, Bupati Fauzi pernah menulis. Katanya: “Sesungguhnya Dia Maha Tahu Sesuatu, maka tidak selalu yang kita inginkan ada dalam hidup ini, tapi selalu ada tentang yang kita butuhkan, karena sesungguhnya Dia Maha Tahu siapa yang bisa amanah menjaga titipannya, maka jangan selalu banyak bertanya tentang semua ini. Di dalam doa ada rahasia indah maka berdoalah selalu, jangan lupa selalu bersyukur, hadapi dengan senyuman”. Maka, pada tulisan ini, saya menangkap satu pesan bahwasannya Bupati Fauzi sedang memadu energi doa dan ikhtiar untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik, tetapi tidak dalam rangka mendikte Tuhan.

Di status WhatsApp lainnya, Bupati Fauzi juga pernah menuliskan kata: “Banyaknya kata-kata bukanlah bukti dari pikiran yang bijaksana, karena orang bijak hanya berbicara ketika dibutuhkan dan kata-katanya diukur sesuai kebutuhan, belajar sabar dalam hidup, jangan lupa sholat malam”.

Baca Juga:  Bidik SDA, Posko II Kukerta '22 STAIM Sumenep Gelar Seminar di Desa Larangan Barma

Dalam tulisan di atas, saya memandang Bupati Fauzi dalam masa kepemimpinannya tidak mau dikelilingi orang-orang yang hanya senang adu gagasan tetapi lemah di pelaksanaan.
Bupati Fauzi tidak mau disanjung dan ditimang yang pada akhirnya justru menjerumuskan, atau kata yang lebih populer ‘Asal Bapak Senang’ alias ABS. Bupati Fauzi hanya menginginkan pasukan yang bisa bekerja guna mewujudkan visi-misi nya.

“Terus melangkah apapun keadaanya” tulis Bupati Fauzi. Kata-kata tersebut seperti jurus pamungkas setelah perpaduan doa dan ikhtiar dilakukan. Dan, saya semakin yakin bahwa Bupati Fauzi termasuk sopir yang pasrah tetapi tidak ugal-ugalan. Berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya, dan tetap menyadari bahwa keselamatan penumpang berada ditangannya.

Dengan ini, maka sudah jelas bahwa sebenarnya, Bupati Fauzi sudah tahu apa yang harus ia lakukan selama memimpin Sumenep. Termasuk dalam mengelola pemerintahan Sumenep. Semuanya tampak hanya menunggu waktu.

Karena itu, sebagaimana kata Bupati Fauzi, hadapi semua itu dengan senyuman. “hadapi dengan senyuman,”, dan “… jangan lupa berdoa,” tulis Bupati Fauzi seperti yang tertera di atas.

Di mulai pada hari Jum’at, maka perjuangan yang telah dilakukan harus diakhiri dengan hari yang ‘Jum’at’ pula. Semoga.

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:37 WIB

Acara Ulang Tahun BPR Bojonegoro, mulai jadi Rasan-Rasan Gens Z

Rabu, 22 April 2026 - 17:39 WIB

SHGB Dipersoalkan Desa, Ahli waris Wadul ke DPRD Bojonegoro

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Senin, 13 April 2026 - 02:57 WIB

PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Berita Terbaru