Sepi Job di Bulan Suro, Biduan Asal Kapas Bojonegoro Banting Setir Jualan Rujak lewat Live TikTok

- Admin

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Memasuki bulan Muharam atau yang lebih dikenal sebagai bulan Suro dalam kalender Jawa, panggung hiburan rakyat di Kabupaten Bojonegoro seketika senyap.

Adanya tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa yang menghindari menggelar hajatan baik pernikahan maupun khitanan selama bulan ini, berdampak langsung pada merosotnya pendapatan para pekerja seni lokal.

Namun, kondisi paceklik ini tidak membuat para seniman kehilangan akal. Salah satunya adalah Mirma Sasmita, penyanyi panggung asal Kecamatan Kapas, Bojonegoro.

Guna menyambung hidup dan menjaga dapur tetap ngebul, ia memilih banting setir menjadi penjual rujak sayur dadakan.

Baca Juga:  Relawan Korlas Bagikan Masker dan Sosialisasikan Prioritas Unit Emergency

Uniknya, Mirma memanfaatkan platform digital TikTok untuk menjaring pembeli. Pantauan Suara Bangsa di lokasi pada hari ini, Kamis (16/7/2026), lapak rujak sederhana milik Mirma yang berlokasi di samping pos kamling sepanjang jalan arah Desa Tanjungharjo tampak ramai dipadati pembeli yang rela mengantre dengan sabar.

Sembari meracik bumbu rujak, Mirma tetap tampil lincah dan jenaka berinteraksi di depan kamera ponselnya yang menyiarkan siaran langsung (live) TikTok.Di belakangnya, sang suami dan anak-anaknya sibuk membantu mencatat pesanan netizen yang masuk lewat kolom komentar.

Baca Juga:  Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen

“Siap, Ibu. Cabai tiga, ya? Berapa bungkus, Ibu?” sapa Mirma ramah sekaligus jenaka, menyapa para penonton setianya di jagat maya.

Kepada Suara Bangsa, wanita yang akrab disapa Mirma ini menuturkan bahwa usaha jualan rujak ini sebenarnya sudah ia rintis sejak bulan Selo (bulan sebelum Suro dalam penanggalan Jawa) sebagai langkah antisipasi menghadapi masa sepi job manggung. Rujak sayur racikannya dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni Rp8.000 per porsi.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup untuk uang saku anak-anak, cukup untuk menebus seragam sekolah, dan cukup untuk makan sehari-hari selama tidak ada panggilan menyanyi. Kami biasanya buka mulai jam sepuluh pagi sampai dagangan habis,” ujar Mirma sembari tersenyum.

Baca Juga:  Sambut HJB ke-349, Pemkab Bojonegoro Gelar Ziarah dan Doa Bersama di Makam Leluhur

Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana pekerja seni di akar rumput mampu beradaptasi dengan cepat di tengah benturan tradisi dan kebutuhan ekonomi. Mengawinkan kuliner tradisional dengan tren live streaming media sosial, Mirma Sasmita berhasil mengubah masa sepi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru