BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Memasuki bulan Muharam atau yang lebih dikenal sebagai bulan Suro dalam kalender Jawa, panggung hiburan rakyat di Kabupaten Bojonegoro seketika senyap.
Adanya tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa yang menghindari menggelar hajatan baik pernikahan maupun khitanan selama bulan ini, berdampak langsung pada merosotnya pendapatan para pekerja seni lokal.
Namun, kondisi paceklik ini tidak membuat para seniman kehilangan akal. Salah satunya adalah Mirma Sasmita, penyanyi panggung asal Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Guna menyambung hidup dan menjaga dapur tetap ngebul, ia memilih banting setir menjadi penjual rujak sayur dadakan.
Uniknya, Mirma memanfaatkan platform digital TikTok untuk menjaring pembeli. Pantauan Suara Bangsa di lokasi pada hari ini, Kamis (16/7/2026), lapak rujak sederhana milik Mirma yang berlokasi di samping pos kamling sepanjang jalan arah Desa Tanjungharjo tampak ramai dipadati pembeli yang rela mengantre dengan sabar.
Sembari meracik bumbu rujak, Mirma tetap tampil lincah dan jenaka berinteraksi di depan kamera ponselnya yang menyiarkan siaran langsung (live) TikTok.Di belakangnya, sang suami dan anak-anaknya sibuk membantu mencatat pesanan netizen yang masuk lewat kolom komentar.
“Siap, Ibu. Cabai tiga, ya? Berapa bungkus, Ibu?” sapa Mirma ramah sekaligus jenaka, menyapa para penonton setianya di jagat maya.
Kepada Suara Bangsa, wanita yang akrab disapa Mirma ini menuturkan bahwa usaha jualan rujak ini sebenarnya sudah ia rintis sejak bulan Selo (bulan sebelum Suro dalam penanggalan Jawa) sebagai langkah antisipasi menghadapi masa sepi job manggung. Rujak sayur racikannya dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni Rp8.000 per porsi.
“Alhamdulillah, hasilnya cukup untuk uang saku anak-anak, cukup untuk menebus seragam sekolah, dan cukup untuk makan sehari-hari selama tidak ada panggilan menyanyi. Kami biasanya buka mulai jam sepuluh pagi sampai dagangan habis,” ujar Mirma sembari tersenyum.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana pekerja seni di akar rumput mampu beradaptasi dengan cepat di tengah benturan tradisi dan kebutuhan ekonomi. Mengawinkan kuliner tradisional dengan tren live streaming media sosial, Mirma Sasmita berhasil mengubah masa sepi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















