SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah memastikan stok kedelai nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan proyeksi neraca pangan hingga akhir Maret 2026, komoditas kedelai tercatat surplus sekitar 176 ribu ton.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ketersediaan pangan strategis nasional berada dalam posisi mencukupi. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Secara rinci, ketersediaan kedelai nasional mencapai sekitar 629 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi pada Februari hingga Maret 2026 diperkirakan sebesar 453,9 ribu ton.
Dengan demikian, neraca kedelai nasional masih mencatatkan surplus yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga menyatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.
“Menjelang, selama dan pasca bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri stok kedelai di dalam negeri selalu tersedia. Rata-rata cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,5 bulan, khususnya bagi perajin tempe dan tahu nasional,” ujarnya.
Hidayat mengungkapkan, konsumsi kedelai nasional berkisar 2,7 hingga 2,9 juta ton per tahun. Sekitar 90 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor, sementara sisanya berasal dari produksi dalam negeri.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan kedelai selama Ramadan relatif stabil, bahkan cenderung menurun.
Akindo memastikan para importir anggotanya berkomitmen menjaga pasokan untuk industri tahu-tempe dan sektor makanan minuman agar stabilitas pasar tetap terjaga.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















