Surplus 176 Ribu Ton, Stok Kedelai Nasional Aman hingga Lebaran 2026

- Admin

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah memastikan stok kedelai nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan proyeksi neraca pangan hingga akhir Maret 2026, komoditas kedelai tercatat surplus sekitar 176 ribu ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ketersediaan pangan strategis nasional berada dalam posisi mencukupi. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Secara rinci, ketersediaan kedelai nasional mencapai sekitar 629 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi pada Februari hingga Maret 2026 diperkirakan sebesar 453,9 ribu ton.

Baca Juga:  Insan Pers dan Aktivis Kolam Pancing Bojonegoro Bakal Gelar Lomba Mancing Kolaboratif

Dengan demikian, neraca kedelai nasional masih mencatatkan surplus yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suralaga menyatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.

“Menjelang, selama dan pasca bulan puasa Ramadhan dan Idul Fitri stok kedelai di dalam negeri selalu tersedia. Rata-rata cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1,5 bulan, khususnya bagi perajin tempe dan tahu nasional,” ujarnya.

Hidayat mengungkapkan, konsumsi kedelai nasional berkisar 2,7 hingga 2,9 juta ton per tahun. Sekitar 90 persen kebutuhan tersebut masih dipenuhi melalui impor, sementara sisanya berasal dari produksi dalam negeri.

Baca Juga:  Warga Antusias Menyambut Semarak Kirab Gumbrekan di Desa Sembung Bojonegoro

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan kedelai selama Ramadan relatif stabil, bahkan cenderung menurun.

Akindo memastikan para importir anggotanya berkomitmen menjaga pasokan untuk industri tahu-tempe dan sektor makanan minuman agar stabilitas pasar tetap terjaga.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Baru 6 Desa Beroperasi, KDMP Pungpungan Kalitidu Masih Terkendala Perizinan Produk Lokal
Gandeng Musisi Papan Atas, All Out Festival 2026 Targetkan Geliat Ekonomi Kreatif Bojonegoro
Akses Jalan Cor Kalianyar-Temayang Dongkrak Ekonomi, Sayang Sebagian Jalur Masih Gelap Gulita
Sepi Job di Bulan Suro, Biduan Asal Kapas Bojonegoro Banting Setir Jualan Rujak lewat Live TikTok
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:47 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Salurkan Bantuan Sarana Prasarana Pertanian

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:57 WIB

Bupati Bojonegoro: Koperasi Modern Harus Jadi Penyerap Utama Hasil Bumi, Bukan Sekadar Papan Nama

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Meski Pendapatan Lampaui Target, DPRD Bojonegoro Soroti DBH Migas hingga Program Gayatri

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:50 WIB

Bupati Bojonegoro Warning KPM Gayatri: Jual Ayam Bantuan, Siap-Siap Blacklist

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:48 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Setyo Wahono: WTP Bukan Sertifikat Anti-Korupsi

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:48 WIB

Resmi Dibuka, Pameran ALLPACK Surabaya 2026 Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi Kemasan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WIB

Kadis DPMD Sumenep Gerak Cepat Tindak Lanjuti Perangkat Desa Rangkap Jabatan

Berita Terbaru