BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Kabupaten Bojonegoro resmi mengukuhkan diri sebagai pelopor ketahanan pangan nasional melalui peresmian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai ajang Distribusi Pangan Mandiri di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander.
Program yang merupakan atensi langsung dari Presiden RI ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui wadah Koperasi Merah Putih.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Fardia Farichah, Dirut LPDB Christianto, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD H. Abdulloh Umar, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dwi Wijayanto, S.T., memaparkan progres pembangunan fisik yang sedang berjalan. TNI berperan aktif dalam memastikan infrastruktur ini rampung sesuai target.
“Total yang kita kerjakan ada 368 titik. Hingga hari ini, sudah ada 15 titik yang mencapai progres 100 persen,” jelas Letkol Inf Dwi Wijayanto.
Lanjutnya, Beliau juga menambahkan bahwa setiap titik yang selesai nantinya akan diresmikan secara bertahap untuk memastikan kesiapannya melayani masyarakat.
Saat disingung terkait aturan dan Legalitas Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Letkol Inf Dwi Wijayanto yang akrab dengan media tersebut, juga memberikan penekanan penting terkait aturan tata ruang, khususnya mengenai Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Tambah lelaki asli Bojonegoro tersebut, Hal ini dilakukan agar proyek strategis ini tidak membentur kendala hukum di kemudian hari.
“Pembangunan sejak 5 Januari sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan lahan LSD. Untuk bangunan yang sudah berdiri sebelumnya, perizinannya sudah diurus semua. Namun, untuk titik yang belum terbangun, kami pastikan tidak menggunakan tanah LSD,” tegas Dandim 0813 Bojonegoro.
Hal Senada dengan Dandim 0813 Bojonegoro, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengingatkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan dukungan kolektif dari seluruh lapisan stakeholder di Bojonegoro.
“Ini namanya program Presiden, semuanya harus membantu,” ujar Nurul Azizah.
Lanjut Nurul,berharap KDMP menjadi solusi nyata dalam menekan inflasi dan mempermudah akses pangan murah bagi warga,Melalui Koperasi Merah Putih.Kehadiran KDMP diharapkan menjadi babak baru bagi kesejahteraan warga desa.
“Yang sudah 100 persen itu 9, yang proses finishing nanti 15, kalau mengenai jumlah yang 300 an itu kapan,nanti beliau yang bisa menjelaskan,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Letkol Inf Dwi Wijayanto,Dandim 0813 Bojonegoro berharap kolaborasi ini benar-benar menyentuh masyarakat paling bawah.
“Semoga ini menjadi peningkatan ekonomi terhadap masyarakat khususnya melalui Koperasi Merah Putih ini. Harapan pemerintah dari Bapak Presiden adalah meningkatkan ekonomi dari tingkat masyarakat bawah,” tutup Dandim.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















