Projo Bojonegoro Desak Reformasi Internal Polri: Jangan Biarkan Isu ‘Ijazah Jokowi’ Terus Jadi Komoditas Kegaduhan

- Admin

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ketua DPC Projo Bojonegoro, Mustakim, mengeluarkan pernyataan tegas terkait perlunya transformasi fundamental di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Selain tetap sepakat bahwa kepolisian tetap di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto dan wakil Presiden Gibran Raka Bumi.

Selain mewaspadai ancaman proxy war pasca-pilpres, ia menekankan bahwa Polri harus lebih “Presisi” dalam menangani perkara agar tidak menjadi alat kepentingan politik elit.

Refleksi Kasus Ijazah Presiden Jokowi
Mustakim menyoroti bagaimana penanganan isu-isu tertentu yang berlarut-larut justru memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memicu perpecahan.

Salah satu yang ia garis bawahi adalah polemik dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo yang terus digoreng meski sudah ada klarifikasi resmi.

Baca Juga:  Ban Pecah, Truk Warga Surabaya Oleng di Tol Malang

“Sudah saatnya Polri mereformasi pada internalnya, dan lebih presisi pada jalannya. Cukup kegaduhan dugaan ijazah Jokowi yang tidak kelar-kelar ini menjadi pelajaran yang terbaik dalam pemeriksaannya,” ujar Mustakim.

Ia menyayangkan isu tersebut masih terus bergulir di ruang publik, padahal fakta hukum dan akademis sudah sangat jelas.

“Pihak kampus Jokowi telah menyatakan kesaksian dan komentarnya, namun isu ini terus diproduksi. Polri harusnya bisa lebih cepat dan tegas menuntaskan ini agar tidak terus-menerus menjadi bahan adu domba,” tambahnya.

Baca Juga:  Moratorium MBG, Bersihkan Dari Tangan Elit Dan Syahwat Korupsi

Mustakim melihat bahwa kelemahan Polri dalam menutup celah kegaduhan sering kali dimanfaatkan oleh kelompok elit politik untuk melakukan rekayasa.

Belajar dari dinamika di Pati, ia mengingatkan bahwa jika polisi tidak tegak lurus pada tupoksinya, maka demonstrasi dan konflik horizontal akan terus berulang.

Imbuh lelaki yang akrab dipangil Djaeman, Dengan Kepolisian di Bawah Presiden sama dengan menyelamatkan Negara dan kewibawaan negara, artinya Bagaimana pun Presiden dan wakil presiden dipilih secara konstitusional.

Kalau ada yang berpendapat Kepolisian di sejajarkan dengan kementerian atau dibawah Kementerian, maka alarm Demokrasi di Indonesia Negara sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga:  DPC Projo Bojonegoro, Prihatin dengan Dunia Migas di Bojonegoro, Exxon perlu Dievaluasi Pemerintah

Dukungan Mustakim terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi juga dibarengi dengan syarat mutlak, loyalitas institusi keamanan.
Menurutnya, reformasi internal di tubuh Polri adalah kunci agar penegakan hukum tidak lagi bersifat transaksional dengan elit politik.

“Sudah saatnya Polri kembali ke jalannya yang benar, bekerja profesional sesuai tupoksi, dan loyal sepenuhnya kepada Presiden sebagai Panglima Tertinggi. Jangan biarkan demokrasi kita dirusak oleh narasi-narasi sampah yang sebenarnya sudah selesai secara fakta,” tegas Mustakim menutup pernyataannya.

Editor : Putri

Berita Terkait

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Berita Terbaru