Tiga Tokoh Politik Bojonegoro Bedah Arah Gerakan Relawan Projo, ‘Projo di Persimpangan Jalan’

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id –  Diskusi publik bertema “Projo di Persimpangan Jalan..!” yang digelar Dewan Jegrank Unboxing Podcast di Kafe Copitalist, Sukorejo, Senin malam (18/11/2025), menjadi ruang dialog terbuka yang membahas arah gerakan relawan Projo pasca Pilpres dan hubungan mereka dengan pemerintahan Prabowo Subianto.

Sejumlah perwakilan partai politik turut hadir memberikan pandangan terhadap isu nasional maupun dinamika relawan.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB itu menghadirkan tiga narasumber: Ketua DPC Projo Bojonegoro Mustakim, Sekretaris DPC Partai Gerindra Bojonegoro Suprapto, dan Ketua DPD PSI Bojonegoro Ridwan Habibi. Suasana diskusi berjalan santai namun tetap penuh substansi.

Ketua DPC Projo Bojonegoro, Mustakim, menegaskan bahwa relawan Projo hingga kini tetap berpegang pada garis historis dan ideologis Presiden Joko Widodo. Sejak awal, kata dia, Projo mengemban peran sebagai relawan yang mengawal kebijakan pemerintah.

Dalam diskusi itu, Mustakim juga menepis tuduhan yang menyeret nama Budi Arie Setiadi dalam sejumlah isu nasional.

Baca Juga:  Jazad Pemuda yang Tenggelam di Embung Robatal Sampang Berhasil Ditemukan

“Tidak ada mufakat, perintah, atau dokumen yang menegaskan keterlibatan Budi Arie. Secara hukum sudah clear,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mandat Presiden Jokowi kepada Budi Arie ketika menjabat Menteri Kominfo menyelesaikan proyek bermasalah dan memberantas judi online.

“Keduanya dikerjakan dalam waktu singkat dengan progres yang terukur,” tambahnya.

Mustakim juga menyoroti keberhasilan Budi Arie saat diberi tugas oleh Presiden Prabowo untuk membentuk koperasi.

“Dalam dua bulan, lebih dari 81 ribu koperasi merah putih berhasil terbentuk. Itu bukti kapasitas kerja yang konkret,” tegasnya.

Sekretaris DPC Partai Gerindra Bojonegoro, Suprapto, menegaskan bahwa Gerindra tetap konsisten mengikuti keputusan ketua umum, termasuk dalam pencalonan Prabowo Subianto sejak periode pertama.

“Gerindra adalah partai terbuka, tetapi disiplin politik tetap prinsip utama. Kami tidak ingin kesalahan periode sebelumnya terulang,” katanya.

Baca Juga:  Tepat Jam 10:00, Hanura Bojonegoro Daftar ke KPU

Suprapto mengungkapkan, pengalaman ketika ada kader yang justru melakukan pelanggaran meski mendapat kepercayaan membuat partai semakin berhati-hati dalam menyikapi isu relawan maupun dinamika politik nasional.

“Kami harus menjaga marwah organisasi dan memastikan seluruh arah perjuangan sejalan dengan keputusan ketua umum,” imbuhnya.

Ketua DPD PSI Bojonegoro, Ridwan Habibi, turut meluruskan isu yang menyebut bahwa PSI menawarkan jabatan struktur kepada figur tertentu dari Projo.

“Struktur DPP PSI sudah ditetapkan jauh sebelum Kongres Projo. Tidak ada unsur Projo di dalamnya,” tegasnya.

Ridwan menegaskan bahwa saat ini PSI fokus pada konsolidasi internal setelah masuknya sejumlah kader baru. Ia menilai dinamika arah politik Projo merupakan hak politik relawan yang harus dihormati.

“Projo memiliki ruang gerak sendiri. Dan itu bagian dari demokrasi yang sehat,” katanya.

Dalam sesi dialog, moderator mengangkat pertanyaan mengenai relevansi Projo terhadap program kerja pemerintah saat ini.

Baca Juga:  Banmus DPRD Bojonegoro Tentukan Tanggal 20 Paripurna KUA PPAS 2024

Suprapto menyatakan hubungan antara kader Gerindra dan relawan tetap terjaga, namun pengalaman pemilu sebelumnya membuat partai lebih selektif dalam merespons dinamika yang ada.

“Kami tidak ingin asumsi publik yang keliru justru berdampak negatif pada partai,” ujarnya.

Sementara Mustakim menegaskan bahwa Projo ingin terus berkembang menjadi organisasi relawan yang sehat, modern, dan mampu menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat.

Diskusi yang berakhir sekitar pukul 21.44 WIB itu berlangsung dinamis dan penuh argumentasi, namun tetap dalam suasana kondusif. Para narasumber saling bertukar pandangan mengenai masa depan relawan serta hubungan mereka dengan partai politik.

Acara ditutup dengan benang merah bahwa dinamika antara relawan dan partai politik merupakan proses wajar dalam demokrasi, selama tetap berada dalam koridor hukum, etika politik, dan keputusan organisasi.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru