BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menanggapi keluhan warga yang sempat viral di media sosial terkait lambatnya pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di wilayah Kecamatan Dander, pihak pemerintah kecamatan akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Gangguan jaringan yang dikeluhkan warga tersebut rupanya disebabkan oleh kendala teknis yang tidak terduga, kerusakan kabel akibat gigitan tikus.
Persoalan ini mencuat setelah seorang warga mencurahkan isi hatinya melalui grup Facebook Media Bojonegoro.
Dalam unggahan tersebut, ia mengeluhkan proses pembuatan KTP anaknya yang tak kunjung usai meski sudah berkali-kali datang ke kantor kecamatan.
Warga tersebut merasa keberatan karena jarak rumah yang mencapai 15 kilometer, ditambah lagi sang anak hanya memiliki waktu izin terbatas dari pondok pesantren.
Masalah jaringan yang terus-menerus terjadi menjadi alasan utama kekecewaan warga terhadap birokrasi di tingkat kecamatan.
Menanggapi hal tersebut, Camat Dander, Teguh Wibowo, saat dihubungi oleh Suara bangsa,membenarkan adanya gangguan layanan namun menepis anggapan adanya kesengajaan.
Ia menjelaskan bahwa sumber masalah terletak pada kerusakan infrastruktur jaringan.
“Jaringan mengalami kendala karena kabel digrogoti tikus di rumah dinas. Hal inilah yang menyebabkan layanan KTP di kecamatan sempat terganggu secara teknis,” ungkap Teguh pada Rabu (21/1/2026). Bojonegoro Provinsi Jawa timur.
Teguh Wibowo menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya responsif, termasuk memanfaatkan kanal media sosial untuk berkomunikasi langsung dengan warga agar koordinasi lebih cepat dan efisien.
Lanjutnya,Untuk memberikan layanan yang transparansi, pihak kecamatan memaparkan urutan kejadian yang dialami oleh pemohon asal Desa Ngulanan tersebut.
Senin, 19 Januari 2026: Pemohon datang untuk perekaman. Namun, pada pukul 08.30 WIB, jaringan bermasalah.
Meski sempat tersambung pada pukul 09.22 WIB, kondisi jaringan tidak stabil sehingga proses tidak dapat dituntaskan hari itu.
Selasa Pagi, 20 Januari 2026,Pemohon kembali datang. Jaringan sudah tersambung, namun muncul kendala baru pada mesin pencetak (printer) KTP dan sistem Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Selasa Sore, 20 Januari 2026,Setelah dilakukan perbaikan teknis berkelanjutan, KTP berhasil dicetak pada sore hari. Petugas langsung berinisiatif menghubungi pemohon melalui media sosial untuk mengabarkan bahwa dokumen telah siap.
Rabu, 21 Januari 2026,KTP telah diserahkan sepenuhnya kepada warga yang bersangkutan.
Lelaki yang akrab dipangil mas teguh tersebut, Pihak Kecamatan Dander menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warganya.
“Kasus ini menjadi bahan evaluasi internal untuk memastikan keandalan sarana dan prasarana pendukung layanan administrasi kependudukan di masa mendatang,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















