Dinas PKPCK Sebut Gedung Koperasi ‘Bodong’ Tanpa PBG, PTSP dari 90-an Lembaga Baru 45-an yang Berproses

- Admin

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bojonegoro kian terperosok dalam polemik perizinan dan legalitas bangunan.

Dari investigasi awak media Suara bangsa,Setelah sebelumnya diterpa isu makanan basi dan perebutan kuota porsi oleh elit politik, kini fakta baru terungkap, mayoritas infrastruktur pendukung program ini ternyata belum mengantongi izin resmi, baik dari sisi kesehatan maupun tata bangunan.

Hanya 50 Persen Lembaga yang Berizin Kesehatan, melalui Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Joko Tri Cahyono, mengungkapkan bahwa dari sekitar 90-an lembaga yang mendaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS), baru separuhnya yang memenuhi standar kesehatan nasional.

“SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) masih banyak berproses. Sampai saat ini, sudah ada 45 yang punya SLHS, yang lain masih proses verifikasi dan perbaikan. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan (Menkes),” ujar Joko saat memberikan keterangan.

Baca Juga:  Jadi Urutan Pertama dalam Gernas BBI, Sandiaga Uno Apresiasi Kabupaten Bojonegoro

Ketiadaan SLHS ini menjadi sinyal bahaya bagi keamanan pangan anak sekolah, mengingat sertifikat ini adalah penjamin bahwa dapur pengolah makanan memenuhi baku mutu sanitasi untuk mencegah kontaminasi atau keracunan.

Kondisi lebih mengejutkan datang dari sektor infrastruktur pembangunan terkait Koperasi desa merah putih.

Meskipun Puluhan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah berdiri secara fisik di berbagai desa lima puluh persen bangunan sedang berjalan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro menyatakan bangunan-bangunan tersebut tidak memiliki legalitas Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan Dinas PKPCK, Benny Kurniawan, menegaskan hingga saat ini belum ada satupun permohonan izin yang masuk untuk gedung-gedung koperasi tersebut.

Baca Juga:  DPRD Bojonegoro Dorong PT Berkah Abadi Ice Percepat Pembenahan Administrasi dan Tenaga Kerja

“Belum ada pemohon ajukan PBG Koperasi Desa Merah Putih. Sama sekali belum ada (permohonan), mas,” tegas Benny.

Temuan ini memperkuat kritik pedas yang dilontarkan Ketua DPC Projo Bojonegoro, Mustakim (Djaeman), sebelumnya. Ia menyebut adanya kegagalan sinkronisasi yang sistematis antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Koperasi Merah Putih.

“Sangat ironis melihat para elit ribut soal kuota porsi, sementara bangunan Koperasi Merah Putih yang seharusnya menjadi penjamin kualitas bahan baku lokal justru dibiarkan tidak tuntas dan kini terungkap tidak berizin,” ungkap Mustakim.

Ia menilai, nekatnya operasional dapur-dapur mandiri tanpa PBG, SLF (Sertifikat Laik Fungsi), dan SLHS adalah praktik yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  URC SH Terate Cabang Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih pada Warga

Mustakim mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit total.

Dengan 430 koperasi yang masih “mati suri” tanpa arah bisnis dan bangunan yang berstatus ilegal secara administratif, program MBG di Bojonegoro terancam hanya menjadi proyek seremonial.

Dana besar yang seharusnya menghidupkan ekonomi petani lokal melalui koperasi, justru diduga mengalir ke supplier besar atau oknum yang memiliki kedekatan politik.

“Kini publik menunggu ketegasan pemerintah pusat untuk menertibkan SPPG ilegal dan menuntaskan legalitas serta operasional Koperasi Merah Putih agar program ini kembali ke jalur yang benar, memberikan gizi bagi siswa, bukan keuntungan bagi segelintir elit,” harapnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029
DPRD Bojonegoro Fasilitasi Dengar pendapat terkait Bendungan Karangnongko, Bahas Transparansi Santunan Rp 8 Miliar
Gelar RDP Soal Konser Ungu, Komisi C DPRD Bojonegoro Pastikan Bebas APBD dan CSR
Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi
Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:39 WIB

EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:20 WIB

Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:03 WIB

DPRD Bojonegoro Fasilitasi Dengar pendapat terkait Bendungan Karangnongko, Bahas Transparansi Santunan Rp 8 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:59 WIB

Gelar RDP Soal Konser Ungu, Komisi C DPRD Bojonegoro Pastikan Bebas APBD dan CSR

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:04 WIB

Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

Senin, 8 Juni 2026 - 06:34 WIB

Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:56 WIB

Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung

Berita Terbaru