Ingin Temui Bupati dan DLH Pamekasan Saat Demo, 3 Mahasiswa PMII Dilarikan ke Rumah Sakit

- Admin

Kamis, 25 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Ratusan mahasiswa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terkait kasus galian C, Kamis (25/06) siang.

Aksi demo tersebut berlangsung ricuh, akibatnya sebanyak 3 mahasiswa aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, harus dilarikan ke rumah sakit.

Aksi yang dilakukan sejumlah mahasiswa aktivis PMII itu, menuntut Pemkab Pamekasan agar segera menutup tambang Galian C yang marak di Bumi Gerbang Salam. Sebab dengan adanya Galian C di Pamekasan tersebut, akan sangat merusak lingkungan dan ekosistem alam.

Sayangnya, aksi ratusan mahasiswa aktivis PMII itu tidak ditanggapi pihak Pemkab Pamekasan, sehingga massa saat itu berbalik menuju Mandhapa Agung Ronggosukowati untuk menemui Bupati Pamekasan. Namun, hal mengecewakan juga terjadi di sana, sebab pintu Mandhapa saat itu saat sedang ditutup, sehingga para mahasiswa melompat pagar Taman Aspirasi untuk masuk.

Baca Juga:  Bekerjasama Dengan PT Ayunda, Pemkab Pamekasan Gunakan Dana DBHCHT Untuk Pelatihan Linting Rokok

Disayangkan, aksi tersebut disertai insiden terlukanya 3 mahasiswa yang terkena pukulan aparat Kepolisian sehingga dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, ada juga mahasiswa yang pingsan setelah terlibat aksi saling dorong untuk masuk ke dalam Mandhapa yang sudah dijaga ketat oleh aparat saat itu.

Dalam aksi tersebut, Ketua PMII Pamekasan Lutfi mengungkapkan, pihaknya menuntut Pemerintah Pamekasan agar bertindak tegas terkait tambang ilegal Galian C. Menurutnya, akibat tambang liar yang marak di Pamekasan akan menjadi mimpi buruk bagi generasi selanjutnya.

Baca Juga:  Bupati Pamekasan Salurkan Bantuan Hibah Untuk Masjid Mushalla

“Kami beri waktu 7X24 jam untuk memenuhi tuntutan kami,” jelasnya saat menyampaikan orasinya.

Kata Lutfi, bahwa pihaknya tidak kali ini saja melakukan upaya-upaya, namun sudah sering melakukan upaya hearing, melayangkan bermacam protes kepada Pemkab, agar 350 tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan segera ditindak.

Selain itu, Lutfi juga mengecam atas tindakan refresif Polres Pamekasan terhadap para kader PMII Pamekasan yang berdemonstrasi. Ia meminta Polres untuk bertanggung jawab atas tindakan aparat Kepolisian yang melakukan tindak refresif.

Aksi para mahasiswa PMII Pamekasan tersebut, menginginkan bertemu dengan Bupati Pamekasan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Akan tetapi pada saat itu, dari pihak Pemerintah tidak bisa menemui, karena saat ini tidak berada di tempat.

Baca Juga:  Dibantu Pemkab Pamekasan, Penerima Bantuan Alat Usaha Ucapkan Terimakasih Pada Bupati Badrut

Akhirnya, aksi para mahasiswa PMII tersebut berhasil dikondisikan setelah Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari menemui para pendemo.

“Kami sudah melakukan mediasi dengan adek-adek PMII untuk tidak dilaksanakan kegiatan pada hari ini, mengingat situasi Pandemi Covid-19. Sehingga untuk menyampaikan aspirasinya kami beri waktu 5 menit, dan segera mungkin untuk pembubaran guna antisipasi penyebaran Covid-19,” katanya pada awak media.

“Kami berjanji akan menindaklanjuti kemauan para adik-adik mahasiswa,” tutupnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru