Universitas Ciputra Surabaya Jadi Tuan Rumah Forum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi ASEAN–Eropa

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Universitas Ciputra (UC) Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan TrainIQA Workshop 3 dan ASEAN-QA Forum 2025, salah satu forum penjaminan mutu perguruan tinggi penting di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Surabaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) Jerman dan melibatkan sejumlah lembaga internasional, seperti HRK (German Rectors’ Conference), University of Potsdam, ASEAN Quality Assurance Network (AQAN), European University Association (EUA), serta SEAMEO RIHED.

TrainIQA tahun ini menghadirkan pelatih penjaminan mutu dari Jerman dan perwakilan universitas terpilih di ASEAN. Menurut Frank Niedermeier, TrainIQA Project Leader dari University of Potsdam, forum tersebut diikuti delegasi dari sembilan negara, yaitu Indonesia, Jerman, Laos, Thailand, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Kamboja, dan Vietnam, dengan total peserta sebanyak 80 orang.

Kehadiran berbagai lembaga internasional menjadikan Surabaya episentrum diskusi isu-isu strategis mengenai penjaminan mutu pendidikan tinggi. ASEAN-QA Forum 2025 mengangkat tema “Opportunities and Challenges in Higher Education Quality Assurance in the Era of AI”, merespons perkembangan kecerdasan buatan yang kian memengaruhi proses pembelajaran, akreditasi, hingga integritas akademik.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Keluarga Korban yang Tewas Tenggelam di Kolam Renang Sampang Water Park Bantah Isu Damai

UNESCO dalam laporan terbarunya AI and the Future of Education: Disruptions, Dilemmas and Directions menilai bahwa teknologi AI telah mengubah cara manusia belajar dan mengajar. Sementara itu, OECD melalui publikasi 2023 menegaskan perlunya dunia pendidikan “memikirkan ulang sistem” agar tetap relevan di tengah percepatan perkembangan AI.

Pembukaan forum di UC turut menghadirkan pembicara utama Dr. Trianggoro Wiradinata, Director of Apple Developer Academy dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Employability, dan Kolaborasi Industri. Forum juga menggelar sesi panel dengan menghadirkan pakar penjaminan mutu internasional, antara lain Frank Niedermeier (University of Potsdam), Prof. Dr. Duu Sheng Ong (Multimedia University, Malaysia), serta Prof. Dr. Philipp Pohlenz (University of Magdeburg, Jerman).

Baca Juga:  Cegah Stunting, TP PKK Kabupaten Sampang Gelar Pembinaan di Desa Kodak Torjun

Penyelenggaraan TrainIQA dan ASEAN-QA Forum 2025 di Indonesia dinilai menjadi momentum strategis bagi penguatan posisi Indonesia dalam percaturan standar mutu pendidikan global. TrainIQA merupakan program unggulan DAAD yang sejak 2011 telah melatih lebih dari 200 pimpinan penjaminan mutu dari 70 universitas di ASEAN dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan di negara masing-masing.

Lenny Rosita, S.T., M.MT., Head of Institutional Development & Quality Enhancement UC sekaligus satu-satunya trainer TrainIQA ASEAN-QA pertama dari Indonesia, menyampaikan bahwa kepercayaan DAAD kepada UC memiliki nilai penting.

“Menjadi host bagi forum internasional adalah bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjembatani dialog global mengenai mutu pendidikan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Ziarah ke Makam Leluhur, Pj Bupati Peringati Hari Jadi Kabupaten Sampang ke 401

Menurut Lenny, isu AI menjadi sorotan utama karena dampaknya tidak dapat dielakkan oleh perguruan tinggi mana pun.

“AI membuka peluang dalam efisiensi pembelajaran dan analisis mutu, tetapi juga membawa risiko bagi integritas akademik dan keamanan data. Melalui forum ini, kami bersama para pakar internasional merumuskan kerangka yang etis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa,” katanya.

UC, lanjut Lenny, tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan diskusi substantif mengenai masa depan penjaminan mutu, khususnya terkait integrasi teknologi dan AI dalam proses pendidikan tinggi.

“Kami ingin memastikan suara Indonesia hadir dalam pembahasan standar QA global. Ini merupakan komitmen jangka panjang kami untuk membangun budaya mutu bertaraf internasional dan memperkuat kolaborasi konkret antara perguruan tinggi di ASEAN dan Eropa,” pungkasnya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:33 WIB

Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04 WIB

Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak

Jumat, 16 Januari 2026 - 16:16 WIB

Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Rabu, 7 Januari 2026 - 03:55 WIB

Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan

Berita Terbaru