Antisipasi DBD, Kadinkes Pamekasan Imbau Warga Lakukan Ini

- Admin

Minggu, 28 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan serius.

Dalam beberapa bulan terakhir, telah tercatat ada 265 kasus DBD di 13 Kecamatan, dengan 4 kasus yang menyebabkan kematian, termasuk di Kecamatan Larangan, Teja, Bulangan Haji, dan Kadur.

Kepala Dinkes Kabupaten Pamekasan, dr. Saifudin, menyatakan bahwa jumlah kasus ini memiliki potensi untuk terus bertambah.

DBD adalah penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

“DBD disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti,” jelas Saifudin, Kamis, 18 April 2024.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Tinjau Kegiatan Posyandu di Desa Ngunut Dander

Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

Salah satunya adalah menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak dapat berkembang biak.

“Perlu diperhatikan kebersihan lingkungan, terutama menghindari genangan air dan tempat-tempat kotor yang menjadi sarang nyamuk. Kami menggalakkan prinsip 3M: yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur. Untuk bak mandi sebaiknya rutin dikuras agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” paparnya.

“Kemudian juga bisa dilakukan Fogging, untuk membasmi sarang, telur dan nyamuk Aedes Aegypti,” tambahnya.

Baca Juga:  Mudik Dilarang, Tempat Wisata di Kabupaten Sampang Boleh Buka

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran DBD dan melindungi kesehatan masyarakat secara keseluruhan

Penulis : Wiwin

Editor : Putri

Berita Terkait

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan
Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas
Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro
Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara
Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya
Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?
Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB