Polemik Wisuda, Aktivis Pegiat Sosial dari Ademos asal Bojonegoro Ini Angkat Bicara

- Admin

Kamis, 22 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

A. Shodiqurrosyad sekertaris Ademos Indonesia.

i

A. Shodiqurrosyad sekertaris Ademos Indonesia.

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Terkait polemik iuran acara wisuda dari TK, SD, Sampai SMP menjadi Viral dan sangat meresahkan orang tua di kala paska covid.

Hal tersebut juga memantik pelaku pegiat sosial yang juga pemerhati pendidikan di Bojonegoro, A. Shodiqurrosyad, S.E.I. yang juga juga sebagai sekertaris Ademos.

Polemik terkait wisuda yang Viral tersebut sebenarnya yang perlu dibangun adalah semangatnya penyerahan anak didik kepada orang tua setelah selesai masa belajar, hal apa saja yang harus diketahui oleh orang tua.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

“Sebenarnya spirit yang dibangun kan yaitu Penyerahan kembali peserta didik kepada orang tua setelah selesainya masa belajar, kalau itu saya sepakat,” ungkapnya.

Imbuhnya, yang terjadi saat ini adalah keresahan terkait iuran yang dipersoalkan oleh masyarakat, dan dampak dampak yang terjadi, sedangkan di pihak sekolahan kegiatan tersebut butuh biaya besar dan tidak ada anggaran untuk hal itu. Hal tersebut dibutuhkan solusi dari pemerintah dan pemerintah tidak sekedar hanya melarang saja.

“Namun yang dipermasalahkan masyarakat kan proses tersebut amplifikasi. Konsekuensi amplifikasi adalah anggaran yang dibutuhkan menjadi besar. Karena sekolah tidak memiliki anggaran, akhirnya pembiayaan kegiatannya dibebankan orang tua. Ini yang saya tidak setuju,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan

Imbuhnya,Jadi Pemerintah lebih baik tidak hanya melarang, tapi mengarahkan agar sekolah tetap melakukan penyerahan kembali peserta didik kepada orang tua setelah masa pendidikan selesai namun dengan sederhana tanpa membebani wali murid.

Misal dengan memangil orang tua dengan memotivasi agar anak didiknya termotivasi, dan melaporkan capaian capaian yang telah dilakukan oleh murid selama di sekolahan mau pun di ekstrakulikuler sekolah.

“Bahkan jika sekolah dapat memberikan catatan perubahan dan capaian siswa dari hasil proses belajarnya selama di sekolah, baik dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif, lalu catatan itu disampaikan kepada orang tua, itu bagus. Akhirnya orang tua tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk keberlanjutan studi bagi anaknya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Persiapan Pemilu 2024, KIB Deklarasi di Bojonegoro

Berita Terkait

Pendidikan Tidak Gratis: Menguji Pernyataan Humas SMA 3 Bojonegoro di Tengah Larangan Pungutan dan Politisasi PIP
Ketua DPRD Bojonegoro Diroasting Guru Madrasah, Pertanyakan Anggaran APBD Besar, Guru Madrasah Miskin Tak Dapat Insentif
Dinas Pendidikan Bojonegoro Siapkan 40,4 Miliar untuk Beasiswa
KKN UNIJA Gelar Seminar Digital Marketing, Angkat Potensi Bawang Goreng Desa Basoka
Drama Beasiswa di Bojonegoro: Sudah Tanda Tangan Kwitansi, Kok Tiba-tiba Dibatalkan
Gerakan Ayah Ambil Rapor di Bojonegoro Mendapat Sorotan, Pertimbangkan Psikologis Siswa Yatim Piatu
Momen Hari Guru Perkuat Kedekatan Guru Dan Siswa MI NU 2 Grajagan Banyuwangi
Kepala Sekolah dan Guru Honorer yang Selingkuh Diminta Keluar dari Desa

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB