Perebutan Yayasan AKPER Rajekwesi Bojonegoro Sudah Incrach

- Admin

Kamis, 11 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Perseteruan antara Oerip Hartono dan Moch. Ghusni SP terkait Sertifikat Yayasan Pendidikan Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro secara De jure telah selesai (incrach).

Pengadilan Negeri Bojonegoro pada hari Selasa tanggal (10/08/2022) tekah memutuskan bahwa Akademi Perawat (AKPER) Rajekwesi kembali ke Yayasan yang diketuai oleh Moch. Ghusni SP.

Akademi Perawat Rajekwesi (Akper) Bojonegoro yang mempunyai Mahasiswa kurang lebih Total 350 mahasiswa dengan 5 prodi, dari S1, S2, dan S3 tersebut pada (10/08) akhirnya resmi kembali ke Yayasan.
Hari Selasa (10/08) Pengadilan negeri telah eksekusi dari kepemilikan nama pribadi kembali ke Yayasan.

Moch. Ghusni selaku ketua Yayasan Akademi Perawat Rajekwesi (Akper) Bojonegoro mengatakan, awalnya terjadi keributan tersebut berawal dari tahun 2013 dirinya diangkat sebagai ketua Yayasan di Akper Rajekwesi Bojonegoro.

Baca Juga:  PAC IKAPMII se-Kabupaten Sumenep Resmi Dilantik, Ini Harapan Mas Joko ke Depan

Namun lelaki yang akrab dipanggil Ghusni tersebut menemukan kejangalan di sertifikat kampus tersebut, hanya nama perseorangan bukan nama yayasan.

“Awalnya 2013 kami diangkat sebagai ketua yayasan, namun saya menemukan kejanggalan di sertifikat dinamakan pribadi, maka dari itu saya urus,” terangnya.

Ia menambahkan, sebenarnya nama yang dipersoalkan tersebut karena ada kejanggalan di tahun 2007, karena ada nama pendiri Yayasan tersebut dihilangkan, dan menjadi nama pribadi.

“Pada 2007 itu kok ada pendiri nama pribadi, akhirnya saya komunikasi dengan pendiri pendiri termasuk pak Imam Supardi, dan pak Imam Supardi pun setuju dan mau masuk kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Baru Terungkap, Bupati Sampang Ternyata Penyintas Coronavirus Disease 2019

Ia menambahkan, saat terjadi mediasi mengurus nama di sertifikat yang dinamakan pribadi tersebut, terjadi intimidasi dan sebagainya, dan terjadilah keributan dan sempat ada pengancaman.

“Saat saya urus sertifikat yang nama perseorangan dengan istri tersebut, saya diancam,” terangnya.

Menurut Ghusni, pihaknya juga sudah sering mengkomunikasikan kemauannya apa.

“Dari dulu sudah kita dekati, maunya bagaimana, sampai dulu saya pernah diseret seret untuk keluar oleh direktur yang lama,” jelasnya.

Dengan kembalinya Akper Rajekwesi Bojonegoro kembali ke Yayasan, Ghusni berharap ke depan Kampus tersebut menjadi Kampus satu satunya di Bojonegoro di bidang kesehatan, yang telah mempunyai 5 prodi dan bisa dikembangkan lagi.

Baca Juga:  Ini Tanggal Tahapan Gelar Anugerah Inovasi Daerah Pemkab Sumenep

“Harapan saya ke depan akademisi menjadi Kampus Bojonegoro satu satunya di bidang kesehatan,” terangnya.

Secara terpisah Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro, Sonny Eko Andriyanto Humas Pengadilan Negeri Bojonegoro, membenarkan eksekusi telah berjalan dengan baik dan diterima oleh kedua belah pihak dengan baik.

“Yaa eksekusi dilaksanakan lancar tidak ada kendala, semua menerima dengan baik, secara de jure putusan kasasi telah incrach,” pungkasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:58 WIB

IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Disperindag Jatim Sebut Jadi Simbol Kemajuan Industri Otomotif

Senin, 25 Mei 2026 - 17:36 WIB

Gubernur Jatim dan Bupati Setyo Wahono Kompak Layani Swafoto Ribuan Buruh di Dander

Senin, 25 Mei 2026 - 15:50 WIB

Kunjungi Bojonegoro, Gubernur Jatim Serahkan BLT DBHCHT Buruh Rokok dan Resmikan Masjid Nur Khofifah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:14 WIB

Diisukan Masalah Ijazah, Anggota DPRD Bojonegoro SP Siap Laporkan Balik Pihak Pelapor jika Tak Terbukti

Berita Terbaru