Baru Terungkap, Bupati Sampang Ternyata Penyintas Coronavirus Disease 2019

- Admin

Sabtu, 30 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Bupati Sampang H Slamet Junaidi ternyata penyintas Coronavirus Disease 2019 atau orang yang sembuh dari Covid-19.

Virus corona itu rupanya juga pernah turut menginfeksi orang nomor satu di Bumi Bahari. Namun sayangnya, informasi bahwa bupati pernah terjangkit Covid-19 terkesan dirahasiakan dari masyarakat umum dan media.

Hal itu terungkap saat launching vaksinasi perdana Covid-19 di Pendopo Trunojoyo Bupati Sampang, Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur pada Kamis 28 Januari 2021. Dalam kesempatan itu, H Slamet Junaidi hanya sebatas hadir dan tidak masuk dalam calon penerima terpilih, vaksinasi Covid-19.

Informasi itu sedikit menyeret perhatian publik, berbagai pertanyaan pun muncul apakah Bupati benar-benar terkonfirmasi virus corona atau tidak. Padahal, sebelumnya tidak ada keterangan sedikit pun mengenai hal tersebut.

Baca Juga:  Tiga Hari Listrik Padam, Pedagang Pasar Srimangunan Sampang Protes

Aulia Rahman, anggota Komisi I DPRD Sampang menyayangkan adanya ketidakterbukaan soal dugaan bupati yang pernah terjangkit Covid-19 itu. Kata dia, seharusnya bupati menyampaikan ke publik bahwa telah terpapar virus Corona. Ia menilai, cara bupati tidak mengumumkan ke publik adalah tindakan tidak jujur dan tidak bertanggungjawab secara moral sebagai seorang pejabat.

“Pak bupati tidak memegang prinsip demokrasi ya, sebab tidak jujur, tidak terbuka. Artinya membohongi publik bahwa dia pernah terinfeksi. Ini namanya tidak bertanggung jawab,” kata Aulia, seperti dilansir dari Madurapost.net, Jumat (29/01/2021).

Aulia juga menilai, tindakan Bupati justru mengukuhkan stigma bahwa Corona sebagai aib dan mengendorkan kewaspadaan masyarakat. Hal ini bertentangan dengan anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan seperti jujur mengakui bila terkena Corona agar memudahkan pelacakan hingga perawatan.

Baca Juga:  Meluncur Tak Terkendali, Dump Truk Sebabkan Kecelakaan di Sampang

“Itu mempengaruhi tracing. Padahal kegiatan bupati kan padat, sedangkan kita tidak pernah tahu kalau bupati terjangkit Covid-19. Orang-orang sekitar dia yg mungkin kontak erat kan jadi enggak tahu. Nah ini malah menyengsarakan orang lain,” ungkap Aulia.

Cara bupati ini disesalkan. Ia menilai saat masa pandemi, seharusnya pejabat publik mengumumkan jika terjangkit virus SARS-CoV-2 tersebut.

“Karena beliau pejabat publik, sehingga paling tidak bisa memberikan contoh kepada masyarakat bahwa bagaimana jika positif, apa yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Ia meminta kepada pemerintah, khususnya jajaran di pemerintah Kabupaten Sampang untuk di vaksin terlebih dahulu, sebab mereka pelayan masyarakat. Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, OPD semuanya harus di vaksin.

Baca Juga:  Basnaz Probolinggo Serahkan Dana Akselarasi Pendidikan Paket A

Soal vaksinasi, perlakuan kepada pejabat dan masyarakat semua harus sama, karena uang yang diberikan banyak dan juga bayar pajak, jadi otomatis perlakuannya itu harus sama.

“Saya berharap tidak ada kepala tidak ada ekor semuanya harus sama, kalau dalam bahasa pengobatan. Karena kita punya hak yang sama di negara ini, hak menyampaikan pendapat, mendapatkan anggaran dari pemerintah, pendidikan serta kesehatan yang layak,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Bupati Sampang H Slamet Junaidi belum bisa dimintai keterangan. Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp tidak direspon.

Berita Terkait

Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:47 WIB

INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:04 WIB

DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:23 WIB

KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola

Berita Terbaru