SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKAPMII) Sumenep, resmi melantik 25 Pengurus Anak Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PAC IKAPMII) se Kabupaten Sumenep, di Aula Hotel Utami Sumekar, Minggu (19/07).
Ketua Pengurus Cabang (PC) IKAPMII Sumenep, Joko Suhardi, dalam sambutannya menyebutkan, bahwa organisasi alumni PMII ini merupakan sebuah armada besar di Kabupaten Sumenep, dan tentunya menurutnya akan mampu menentukan arah kebijakan publik di Sumenep.
Pihaknya optimistis, sebab dari 27 kecamatan se Kabupaten Sumenep sudah terdapat 25 PAC yang terbentuk yang ada di setiap Kecamatan.
“Hanya tinggal Kecamatan Masalembu dan Arjasa yang belum terbentuk. Jadi ini armada besar bagi kami,” menurut Mas Joko, sapaan akrabnya.
Selain itu, Mas Joko kembali menegaskan, dirinya juga berharap kepada semua pengurus yang baru dilantik itu dapat berkontribusi lebih dalam masyarakat dan kebijakan publik.
“Jadi saya berharap semua pengurus PAC di setiap Kecamatan itu mampu mengawal kebijakan publik demi kepentingan umat dan dapat berkontribusi besar bagi nama besar PMII Sumenep,” terangnya.
Selain itu juga, Mas Joko meyakinkan kepada semua sahabat-sahabat PMII, bahwa saat ini sudah saatnya para alumni aktivis PMII untuk bisa mengembangkan ekonomi kreatif, sebab menurutnya agar mampu turut memberdayakan masyarakat, utamanya bagi kader aktivis PMII.
“IKAPMII harus bisa memberdayakan setiap alumni yang tersebar di 27 kecamatan di kabupaten Sumenep ini. Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi kreatif,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PAC IKAPMII Ganding, Moh. Rusydi, mengucapkan banyak terimakasih kepada pengurus PC IKAPMII Sumenep, yang sudah secara resmi melantik seluruh pengurus IKAPMII se-kabupaten Sumenep.
Menurutnya, bahwa dengan dilantiknya dirinya sebagai pengurus PAC IKAPMII Ganding, Moh. Rusydi bertekad dalam waktu dekat akan menjalankan amanah besar yang diembannya bagi nama besar PMII.
“Kami di IKAPMII Ganding sudah memulai pengembangan ekonomi kreatif, ada pengelolaan parkir, membuka Cafe yang kami beri Kopi Sahabat, dan sebentar lagi akan kami buka wirausaha seperti konveksi, camilan, produksi produk lokal,” pungkasnya.















