Komunitas Sopir Truk Bojonegoro Lakukan Aksi Seruan Mogok Kerja

- Admin

Rabu, 9 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Puluhan Sopir truk yang tergabung dalam All Komunitas Truk Bojonegoro melakukan Aksi di sepanjang jalan raya arah Bojonegoro. Rabu (9/3/2022).

Komunitas yang yang beranggotakan kurang lebih 20 Komunitas Truk se Bojonegoro, aksi tersebut melakukan aksi di Desa Ngulanan, Dukuh Jarakan, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.

Aksi tersebut diawali dari pukul 12:00 WIB sampai 13;30 WIB, tidak ada orasi hanya perwakilan Komunitas membagikan selebaran yang isinya seruan Mogok Kerja Sopir Logistik dari Tanggal 09_10 Maret 2022, dan Mogok secara Nasional Sopir Logistik 11 Maret 2022.

Isi selebaran tersebut terkait, regulasi Tarif Angkutan Logistik, Keadilan penindakan di jalan, Biaya Normalisasi Kendaraan, Bongkar Mafia Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Over Dimensi dan Over Loading
(ODOL), serta Pemerintah segera Revisi UU Nomer 22 tahun 2009 terkait jaminan muatan.

Baca Juga:  Sedekah Bumi di Desa Tapelan Kecamatan Kapas Bojonegoro Masih Dilestarikan

Ahmad Irsadi selaku Kordinator Aksi mengatakan pada awak media bahwa aksi siang ini yang dilakukan oleh perwakilan sopir truck yang kurang lebih 20 Komunitas yang hari ini juga berjuang di gedung Grahadi Surabaya guna memprotes kebijakan pemerintah terkait( Over Dimensi dan Over Loading)ODOL dan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT),yang sekarang sedang diterapkan oleh pemerintah, padahal soal panjang dan pendek (tipe)dulu tidak pernah diributkan.

“Sebenarnya, kita bisa menerima kebijakan tersebut, namun terkait upah juga harus diperhatikan oleh pemerintah, dan hal ini jangan kami saja yang ditekan, kita hanya sopir, terkait over load pabrik lah yang bertanggung jawab,” terangnya, Rabu (9/03/2022).

Baca Juga:  Sembulung Banyuwangi Imbau Penonton Liga Santri Patuhi Prokes

Ahmad menambahkan, pemerintah harap memperhatikan keluhan sopir, dan pemerintah segera merevisi UU nomer 22 tahun 2009 terkait jaminan muatan, kalau ini diberlakukan menumbuhkan subur oleh pihak pihak aparat terkait adanya Pungli dijalanan.

“Pungli, itu pasti adalah jadi saya mohon Pemerintah memperhatikan keluhan kami dan diperhatikan,” harapnya.

Lanjut Ahmad aksi ini digelar selama tiga hari dari tanggal 9, sampai 10 Maret, selama dua hari pemerintah tidak memperhatikan aspirasi para sopir truk terkait SRUT, ODOL dan revisi UU 22/2009 terkait jaminan muatan, aksi diperluas sampai tanggal 11 SE Indonesia mogok Nasional.

Baca Juga:  Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Bakal Hadiri Pembukaan MTQ XXIX

“Nanti kita di daerah daerah akan aksi serentak, dan meminggirkan semua jenis truk yang bermuatan logistik untuk mogok secara Nasional,” jelasnya.

Secara terpisah Iksan salah satu sopir truk menceritakan terkait suka duka di jalanan, dari ditilang oleh aparat sampai pungli di timbangan, Iksan menambahkan kalau Over load logistik diberlakukan maka makin menyuburkan pungli pungli di timbangan.

“Pungli itu sistemnya dari kelebihan muatan, maka ada uang kopi kopi(Mel) dari 30 ribu sampai 50 ribu, itu rata rata di timbangan,” pungkasnya.

Berita Terkait

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun
Ironi Angka Kemiskinan Bojonegoro: Data Melandai, Tapi 122 Desa Masih Rentan
Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal
Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB