PADANGSIDIMPUAN, SUARABANGSA.co.id – Sejumlah warga Lingkungan V, Kelurahan Sidakkal, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan menyegel bangunan persiapan Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 5, Rabu (16/2/2022).
Pasalnya, Kepala Kantor Kemenag dianggap tidak transparan.
Pantauan awak media di lokasi, terlihat sejumlah pekerja bangunan terpaksa menghentikan pembangunan persiapan MIN V Padangsidimpuan di Kelurahan Sidakkal. Bangunan dibawah naungan Kemenag Padangsidimpuan, direncanakan sebanyak enam lokal dengan panjang 8 meter dan lebar 7 meter dengan tiga lantai sesuai rencana.
Ketua Pembangungan Persiapan MIN V Padangsidimpuan, Rahmad Parlindungan Nasution, kepada awak media mengatakan bahwa lahan tersebut dihibahkan masyarakat. Namun setelah berjalan dua bulan tidak ada capaian sasaran dan keterbukaan dari Kemenag soal anggaran sehingga warga khawatir seperti bangunan tidak selesai.
“Lahannya ini dihibahkan warga kepada Kemenag dan ini dibangun dua bulan lalu. Namun setelah berjalan rasanya tidak ada keseriusan dan transparansi Kemenag Padangsidimpuan. Seperti sumber anggarannya dari mana, sudah berapa dana yang masuk, dan sudah berapa uang yang keluar itu saya tidak tahu padahal saya disini diangkat sebagai ketua pembangunan,” terang Rahmat Parlindungan.
Rahmat menambahkan, pihaknya dan warga meminta Kepala Kantor Kemenag Padangsidimpuan untuk memberikan penjelasan terkait rencana pembangunan tersebut.
“Kita berharap Kepala Kemenag untuk bisa menjelaskan secara rinci dulu, sebenarnya pembangunan sekolah ini kenapa tidak ada keterbukaan anggaran terhadap panitia yang dihunjuk. Adapa apa ini?, dan kenapa tidak di buat saja plank merek soal bangunan ini,” tegas Rahmad Parlindungan Nasution.
Rahmad juga meminta Kepala Kantor Kemenag Provinsi Sumatera Utara agar mengevaluasi kinerja Kepala Kantor Kemenag Kota Padangsidimpuan.
“Kepada Kepala Kemenag Provinsi Sumatera Utara kami memohon supaya mengevaluasi kinerja Kepala kemenag Kota Padangsidimpuan Saripuddin Siregar,” harapnya.
Terpisah Ilham Harahap selaku kepala Sekolah persiapan MIN 5 Padangsidimpuan saat dijumpai awak media mengatakan sumber dana pembangunan tersebut bersumber dari sumbangan warga dan orang tua siswa tampa ada unsur paksaan.
“Sumber dana itu bersumber dari bantuan orang tua siswa serta masyrakat yang ingin ber infak itupun tampa ada paksaan. Kita juga menyarankan kepada penyumbang dana agar tidak memberikan jenis bantuan berupa uang melainkan bahan bangunan saja,” ujarnya.
Lanjut dia, secepatnya pihaknya akan duduk bersama supaya target pembangunan persiapan sekolah MIN 5 itu berjalan sukses.

















