Dinkes Probolinggo Berikan Pendampingan MMPP

DBHCHT Sumenep

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pendampingan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP) di Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Pendampingan MMPP ini dilaksanakan di 15 Poskestren di Kabupaten Probolinggo.

Jum’at (8/10/2021), kegiatan pendampingan MMPP ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibin Desa Wonorejo Kecamatan Maron. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta terdiri dari pimpinan ponpes, pengasuh, pengurus poskestren, kepala desa, petugas kesehatan di desa, kecamatan, FKKS, Pendamping Poskestren, Tim Puskesmas, petugas kesehatan di desa serta Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi presentasi hasil SMD di pondok pesantren, diskusi komitmen bersama serta evaluasi MMPP dari narasumber yang berasal dari lintas program puskesmas dan lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak-pihak.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Target Lakukan Bedah Rumah Sebanyak 427 Unit

“Peran serta masyarakat baik perorangan maupun terorganisasi telah terbukti mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat dicapai,” katanya.

Menurut Sri Rusminah, peran serta masyarakat secara terorganisasi salah satunya adalah dengan mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Pondok pesantren sebagai institusi keagamaan yang cukup besar sangat strategis membentuk UKBM di lingkungannya berupa Pos Kesehatan Pesantren.

“UKBM tersebut di dalam melaksanakan kegiatannya lebih banyak mengedepankan upaya promotif dan preventif dengan tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative,” jelasnya.

Baca Juga:  Sebanyak 215 Cakades Bakal Bertarung di Pilkades Serentak Probolinggo

Sri Rusminah menambahkan di Kabupaten Probolinggo ada 15 pondok pesantren yang didampingi dari Dana Bantuan Keuangan Propinsi Jawa Timur. Ada rangkaian kegiatan poskestren yang dilakukan oleh santri husada dan pendamping yaitu survey mawas diri dan dilanjutkan dengan MMPP.

“Dengan MMPP ini akan muncul komitmen dari masyarakat pondok pesantren untuk menjadikan pondok pesantren lebih sehat. Agar kegiatan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren hasilnya sesuai yang kita harapkan maka dilakukan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan puskesmas,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Masyarakat Probolinggo Diimbau Tidak Takut Atas Pemberhentian Sementara Vaksin AstraZeneca

Leave a Reply