WUB Pamekasan Cetak Sepatu PSG Production

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Produksi sepatu di Pamekasan rupanya mulai bermunculan, seperti yang ada di Dusun Utara, Desa Pesanggar, Kecamatan Pegantenan.

Sehingga Desa Pesanggar mempunyai julukan baru yaitu “Kampung Sepatu”.

Usaha sepatu ini merupakan bagian Wira Usaha Baru (WUB) yang dicetak oleh masyarakat Pamekasan, bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Produksi sepatu yang sudah berdiri sekitar satu tahun lalu itu, hingga saat ini terus berproses, dengan harapan nantinya bisa bersaing dengan produk-produk sepatu lainnya yang sudah bermerk.

Bahrul yang merupakan Manajer Sepatu PSG Production mengatakan, dirinya bersama 8 karyawan yang ada akan terus berusaha memperbaiki, baik dari segi kwalitas, Desain, serta motif sepatu, sehingga itu akan mempengaruhi nilai jual nantinya.

“Dari yang awalnya serba manual, sekarang sudah tersedia beberapa mesin, sehingga hasil dari pembuatan sepatu di Desa kami lebih berkwalitas,” ucap Bahrul.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini masih butuh beberapa mesin lagi, agar kwalitas sepatu yang dihasilkan nantinya bisa berdaya saing dengan hasil pabrikan.

Bahrul juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Pamekasan dalam hal ini Bupati Baddrut Tamam, karena dengan adanya pinjaman dari Pemerintah, sehingga produksi sepatu PSG Production semakin berkembang.

Bahrul juga berharap kepada Bupati Pamekasan, agar kedepannya sepatu yang ada di Desanya bisa ditekankan atau bahkan diwajibkan dipakai oleh masyarakat Pamekasan.

“Terutama bagi ASN, dan pejabat lainnya,” tuturnya kepada suarabangsa.co.id.

Untuk pemasaran Produksi sepatu PSG Production sendiri, saat ini sudah lintas kota, serta bisa menerima pesanan dan juga melayani harga grosir maupun satuan.

Sementara itu Owner PSG Production yang sekaligus merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Pesanggar Fathorrahman menjelaskan, jika awal mulanya dirinya memulai dan memutuskan untuk usaha Sepatu adalah, agar Desanya bisa menjadi Desa yang maju, serta para pemuda bisa gabung dan bekerja, sehingga ada kegiatan positif yang dilakukan dimasa muda mereka.

Dengan mengikuti pelatihan di Mojokerto dan mendatangkan 3 pelatih khusus selam 4 bulan, Fathorrahman berharap sepatu hasil buatannya bersama karyawan nya, bisa berkwalitas tinggi, serta usahanya bisa berkembang lebih luas lagi, sehingga dirinya bisa lebih banyak lagi mempekerjakan pemuda dan warga sekitarnya.

Apalagi menurut Fathorrahman pihak Desa Pesanggar dan Pemkab Pamekasan, sangat mendukung usaha sepatu lokal ini.

“Semoga usaha sepatu yang ada ini, bisa turut serta mendongkrak perekonomian yang masih labil, akibat Pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Terakhir, Fathorrahman mengatakan jika hasil produksi sepatunya, sudah dipakai oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan bahkan beliau sudah memberikan Merk “S’COOL”

“Semoga yang lain bisa mengikuti Bupati, untuk memakai sepatu hasil buatan kami,” imbuh Sekdes tersebut.

Baca Juga:  Anak Polisi Pamekasan Juarai Lomba Tahfid Nasional

Leave a Reply