WUB Pamekasan Cetak Sepatu PSG Production

- Admin

Sabtu, 27 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, SUARABANGSA.co.id – Produksi sepatu di Pamekasan rupanya mulai bermunculan, seperti yang ada di Dusun Utara, Desa Pesanggar, Kecamatan Pegantenan.

Sehingga Desa Pesanggar mempunyai julukan baru yaitu “Kampung Sepatu”.

Usaha sepatu ini merupakan bagian Wira Usaha Baru (WUB) yang dicetak oleh masyarakat Pamekasan, bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Produksi sepatu yang sudah berdiri sekitar satu tahun lalu itu, hingga saat ini terus berproses, dengan harapan nantinya bisa bersaing dengan produk-produk sepatu lainnya yang sudah bermerk.

Bahrul yang merupakan Manajer Sepatu PSG Production mengatakan, dirinya bersama 8 karyawan yang ada akan terus berusaha memperbaiki, baik dari segi kwalitas, Desain, serta motif sepatu, sehingga itu akan mempengaruhi nilai jual nantinya.

Baca Juga:  Tinggal di Gubuk Reot, Wanita Sebatang Kara di Pamekasan Ini Berharap Ada Keajaiban

“Dari yang awalnya serba manual, sekarang sudah tersedia beberapa mesin, sehingga hasil dari pembuatan sepatu di Desa kami lebih berkwalitas,” ucap Bahrul.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini masih butuh beberapa mesin lagi, agar kwalitas sepatu yang dihasilkan nantinya bisa berdaya saing dengan hasil pabrikan.

Bahrul juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Pamekasan dalam hal ini Bupati Baddrut Tamam, karena dengan adanya pinjaman dari Pemerintah, sehingga produksi sepatu PSG Production semakin berkembang.

Bahrul juga berharap kepada Bupati Pamekasan, agar kedepannya sepatu yang ada di Desanya bisa ditekankan atau bahkan diwajibkan dipakai oleh masyarakat Pamekasan.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Luncurkan Program Inovasi Drive Thru Vaksinasi Covid-19

“Terutama bagi ASN, dan pejabat lainnya,” tuturnya kepada suarabangsa.co.id.

Untuk pemasaran Produksi sepatu PSG Production sendiri, saat ini sudah lintas kota, serta bisa menerima pesanan dan juga melayani harga grosir maupun satuan.

Sementara itu Owner PSG Production yang sekaligus merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Pesanggar Fathorrahman menjelaskan, jika awal mulanya dirinya memulai dan memutuskan untuk usaha Sepatu adalah, agar Desanya bisa menjadi Desa yang maju, serta para pemuda bisa gabung dan bekerja, sehingga ada kegiatan positif yang dilakukan dimasa muda mereka.

Dengan mengikuti pelatihan di Mojokerto dan mendatangkan 3 pelatih khusus selam 4 bulan, Fathorrahman berharap sepatu hasil buatannya bersama karyawan nya, bisa berkwalitas tinggi, serta usahanya bisa berkembang lebih luas lagi, sehingga dirinya bisa lebih banyak lagi mempekerjakan pemuda dan warga sekitarnya.

Baca Juga:  Dipecat Sepihak, Ternyata Belasan Pekerja PT NIM Tanpa Dikasih Pesangon

Apalagi menurut Fathorrahman pihak Desa Pesanggar dan Pemkab Pamekasan, sangat mendukung usaha sepatu lokal ini.

“Semoga usaha sepatu yang ada ini, bisa turut serta mendongkrak perekonomian yang masih labil, akibat Pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Terakhir, Fathorrahman mengatakan jika hasil produksi sepatunya, sudah dipakai oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, dan bahkan beliau sudah memberikan Merk “S’COOL”

“Semoga yang lain bisa mengikuti Bupati, untuk memakai sepatu hasil buatan kami,” imbuh Sekdes tersebut.

Berita Terkait

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal
Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru