Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang di Camplong Sampang Terancam Gagal Panen

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Akibat tingginya curah hujan sejak beberapa pekan terakhir ini menyebabkan petani bawang merah di Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terancam gagal panen. Intensitas hujan membuat tanaman bawang mereka rusak dan membusuk sebelum masa panen.

Salah seorang petani bawang merah, Jumadi (33) mengatakan, tanaman bawang merah sudah terlihat membusuk. Hal ini terlihat pada bagian daun yang mulai layu.

“Tanaman bawang merah saya sudah layu dan buahnya membusuk. Itu terjadi akibat curah hujan dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi,” ucap Jumadi kepada suarabangsa.co.id, Selasa (02/02/2021).

Agar bawang merah bisa aman, Jumadi harus semakin rajin melakukan perawatan dengan cara memeriksa tanaman dan penyemprotan.

“Kalau ada tanaman yang layu segera dicabut agar tidak menular ke lainnya,” ungkapnya.

Menurut Jumadi, tanaman bawang merah sangat rentan terhadap curah hujan, sehingga perubahan cuaca sangat mempengaruhi kualitas tanaman.

“Bawang merah cocok ditanam pada musim kemarau. Jika kebanyakan air justru akan membuat tanaman layu dan membusuk sebelum masa panen,” kata dia.

Jumadi mengatakan, dengan 200 kilogram bibit bawang, saat musim hujan ia harus mengeluarkan modal Rp 25 juta termasuk pengolahan lahan, pemupukan, penyemprotan, pembelian mulsa dan bibit. Hampir keseluruhan petani bawang merah mengalami serupa.

“Jika tidak dilakukan penyemprotan anti layu setiap tiga hari sekali maka bawang merah akan mati, dan biasanya jika sudah terkena penyakit layu akan sulit untuk dipulihkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Pegawai PT Telkom Sumenep Meninggal di Pinggir Jalan Saat Bersama Istrinya

Leave a Reply