Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang di Camplong Sampang Terancam Gagal Panen

- Admin

Selasa, 2 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Akibat tingginya curah hujan sejak beberapa pekan terakhir ini menyebabkan petani bawang merah di Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terancam gagal panen. Intensitas hujan membuat tanaman bawang mereka rusak dan membusuk sebelum masa panen.

Salah seorang petani bawang merah, Jumadi (33) mengatakan, tanaman bawang merah sudah terlihat membusuk. Hal ini terlihat pada bagian daun yang mulai layu.

“Tanaman bawang merah saya sudah layu dan buahnya membusuk. Itu terjadi akibat curah hujan dalam beberapa pekan terakhir cukup tinggi,” ucap Jumadi kepada suarabangsa.co.id, Selasa (02/02/2021).

Baca Juga:  Jelang Hari Pahlawan, KSB Trunojoyo dan TAGANA serta GASPALA SMAN 1 Sampang Bersih-Bersih TMP Kusuma Negara

Agar bawang merah bisa aman, Jumadi harus semakin rajin melakukan perawatan dengan cara memeriksa tanaman dan penyemprotan.

“Kalau ada tanaman yang layu segera dicabut agar tidak menular ke lainnya,” ungkapnya.

Menurut Jumadi, tanaman bawang merah sangat rentan terhadap curah hujan, sehingga perubahan cuaca sangat mempengaruhi kualitas tanaman.

“Bawang merah cocok ditanam pada musim kemarau. Jika kebanyakan air justru akan membuat tanaman layu dan membusuk sebelum masa panen,” kata dia.

Jumadi mengatakan, dengan 200 kilogram bibit bawang, saat musim hujan ia harus mengeluarkan modal Rp 25 juta termasuk pengolahan lahan, pemupukan, penyemprotan, pembelian mulsa dan bibit. Hampir keseluruhan petani bawang merah mengalami serupa.

Baca Juga:  Warga Sampang Sayangkan Videotron Milik Pemkab Dibiarkan Mati Tanpa Perbaikan

“Jika tidak dilakukan penyemprotan anti layu setiap tiga hari sekali maka bawang merah akan mati, dan biasanya jika sudah terkena penyakit layu akan sulit untuk dipulihkan,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru