Sempat Buron, Pelaku Penganiayaan Pasutri di Torjun Sampang Berhasil Diringkus

- Admin

Senin, 16 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Faisol (43) warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang yang merupakan salah satu pelaku penganiayaan pasangan suami istri (pasutri) di desa setempat, akhirnya diringkus oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Torjun.

Informasi yang dihimpun suarabangsa.co.id, Faisol yang diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bagian Staff Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang itu sempat melarikan diri selama kurang lebih dua bulan.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Faisol ini merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Patapan, Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Namun, ternyata hal tersebut tidak benar keberadaannya.

Baca Juga:  Satpol PP Sampang Gencar Lakukan Patroli dan Sosialisasi Penertiban PKL

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz dikonfirmasi melalui KBO Reskrim, Ipda Syafriwanto membenarkan, bahwa sebelumnya pelaku memang sempat buron selama dua bulan.

“Selama itu, pelaku berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, sehingga menjadi kendala proses penangkapannya,” ungkap Safril sapaan akrabnya, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut Safril mengatakan bahwa, berkat kesigapan dari petugas yang terus mencari keberadaan pelaku, hingga pada Minggu (15/11/2020) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku diketahui bersama rekan-rekannya di jalan raya Desa Patapan. Tidak membuang waktu, petugas langsung melakukan penangkapan.

Baca Juga:  Warga Sidoarjo Meninggal di Hotel Sumenep

“Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan saat bersama teman-temannya. Oleh petugas, pelaku kemudian dibawa ke Polres Sampang untuk dilakukan pendalaman,” imbuhnya.

Safril menjelaskan, dalam kasus penganiayaan dengan cara pengeroyokan ini sudah ditetapkan empat orang. Namun, sisa pelaku yang merupakan warga Desa Patapan saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku lebih dari satu orang dan masih ada yang belum diamankan, sehingga kami tetap melakukan pengejaran karena pelaku lainnya ini pindah-pindah,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Karang Penang, Syamsul Arifin mengakui bahwa Faisal adalah salah satu Staff di Kantor Kecamatan Karang Penang. Tetapi, dirinya tidak mengetahui jika salah satu bawahannya itu terlibat kasus penganiayaan hingga berujung penangkapan.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Probolinggo Dapat Penghargaan Peringkat ke V Pengendalian PMK

“Saya tidak tau persoalan tersebut, karena hingga saat ini tidak ada informasi dari Polsek Torjun,” kata Syamsul singkat.

Berita Terkait

Kucurkan APBD Masif untuk RTLH, Pemkab Bojonegoro Sabet Penghargaan dari Gubernur Jatim
Mengendap Lama, Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Belum Ada Perkembangan
Begini Komentar Ketua Komisi C, Terkait Anomali DTSEN dari BPS yang Belum Rampung
Kemenperin Dorong Industri Kayu dan Furnitur Bertransformasi Digital Lewat Indowood Expo 2026
Tak Sekadar Pameran, Indowood Expo 2026 Bidik Penguatan Ekosistem Industri Furnitur
Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional
PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep
Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:31 WIB

Petugasnya Dituding Tidak Sopan, DPRD Sampang Ingatkan Puskesmas Camplong Beri Pelayanan Maksimal

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:50 WIB

Pasien Mengeluh, Oknum Dokter di Puskesmas Camplong Tak Sopan

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:49 WIB

Pembebasan Lahan Habiskan Anggaran 16,5 M, Nasib RS Onkologi Bojonegoro Tidak Jelas

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:29 WIB

Kronologi Awal Munculnya RS Onkologi Bojonegoro

Sabtu, 12 Juli 2025 - 21:09 WIB

Soal RS Onkologi, Mantan Kepala Dinkes Bojonegoro Mulai Angkat Bicara

Jumat, 4 April 2025 - 11:01 WIB

Sistem Keamanan Dipertanyakan, Komisi IV DPRD Sampang Prihatin ada Pasien Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya

Kamis, 3 April 2025 - 15:46 WIB

Dinkes Sampang Bakal Telusuri Soal Pasien yang Kabur dari Rumah Sakit Sukma Wijaya, Benarkah Ada Kelalaian?

Kamis, 3 April 2025 - 07:53 WIB

Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Kabur, Bukti Lemahnya Sistem Keamanan dan Pengawasan

Berita Terbaru