Wisata Pantai Ropet, Surga Tersembunyi Sisi Lain Dari Titik Oksigen di Pulau Giliyang Sumenep

- Admin

Selasa, 14 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Pulau Giliyang, kepulauan yang masuk ke daerah Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep ini menyimpan banyak destinasi wisata memukau, selain tujuan utama para wisatawan ke pulau Giliyang adalah wisata kesehatan yaitu dengan keberadaan ogsigen terbesar di Indonesia bahkan dunia.

Dilansir dari Liputan6.com, bahwa pulau Giliyang punya daya pikat sebagai wisata kesehatan karena terkenal dengan kadar ogsigen tertinggi yaitu 21,5 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata yang hanya sebesar 20 persen. Oleh sebab itu Pulau Giliyang kerapkali dijuluki pulau oksigen sejak tahun 2015 lalu, dan termasuk dalam kategori wisata kesehatan di Indonesia.

Namun, dari keistimewaan pulau Giliyang dengan kualitas oksigennya, ternyata masih banyak menyimpan tempat-tempat wisata yang tidak cukup kalahnya dengan wisata-wisata yang lain di luar pulau Giliyang.

Salah satu sport wisata yang ada di pulau Giliyang dan wajib juga dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun internasional adalah adanya lokasi wisata Pantai Ropet yang tidak jauh lokasinya dari titik pusat lokasi oksigen di pulau tersebut.

Baca Juga:  3 Rekomendasi Wisata Religi di Sumenep, Nomor 3 Terkenal Keramat

Meskipun keberadaan pantai Ropet masih belum sepopuler Pulau Gili Labak dan pantai sembilan yang ada di Gili Genting tersebut, namun pantai Ropet tidak kalah menarik dan tidak kalah keren untuk menyuguhkan pemandangan yang eksotis.

Pantai Ropet memiliki perbedaan dengan pantai-pantai yang lain yang ada di Kabupaten Sumenep ini, jika pantai yang biasanya dihiasi dengan taburan pasirnya yang memukau, namun pantai Ropet justru memiliki liuk tebing batu karang yang elegan, dan memiliki nuansa memukau.

Pantai Ropet yang memiliki banyak sekali terumbu karang yang tumbuh subur, dan bisa dikatakan yang mendominasi pantai tersebut adalah terumbu karang. Meskipun tidak berpasir seperti pantai biasanya, namun keindahan serta keeksotisan pantai ini tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Dibuktikan dengan para wisatawan yang datang ke sana dan menikmati sport selfi.

Baca Juga:  Hindari Penularan Covid 19, Pemkab Sumenep Masih Tutup Tempat Wisata

Menurut salah satu warga di dekat lokasi pantai Ropet, Anshori mengatakan bahwa pantai Ropet berbeda dari pantai biasanya, menurutnya jika pantai pada umumnya penuh dengan pasir, maka di pantai Ropet justru banyak tumbuh subur terumbu karang.

“Intinya pemandangan di sana luar biasa indah, apalagi kalau di waktu sore,” ungkapnya.

Lanjut Anshori menjelaskan, bahwa bentuk pantai Ropet yang unik karena berbentuk melengkung seperti huruf ‘U’ masuk ke dalam dan hampir mirip seperti sebuah teluk, maka semakin sempurna pemandangan dan keindahan yang ada di pantai Ropet.

Selain itu, Pantai Ropet bisa menjadi lokasi daftar tempat para wisatawan yang ingin mengabadikan momen selfi, waktu yang pas adalah di sore hari, sambil lalu menikmati sunset.

Baca Juga:  Kapolres Sumenep Gelar Patroli dan Bagi-bagi Sembako ke Beberapa Cafe di Sumenep

“Tidak hanya itu, teman-teman wisatawan juga bisa menikmati keindahan bawah lautnya dengan cara snorkeling,” kata Anshori.

Meskipun jarak tempuh untuk sampai di pantai Ropet cukup memakan waktu, namun setelah sampai lelah dan lesuh para wisatawan akan terbayar setelah sampai di pantai tersebut. Dari pusat kota Sumenep ke Kecamatan Dungkek, wisatawan hanya butuh waktu 46 menit dengan jarak tempuh 30 Kilometer menggunakan sepeda motor, dan para wisatawan untuk sampai di pulau Giliyang dari Kecamatan Dungkek, maka harus menyebrangi laut yang sudah disediakan perahu dari pelabuhan Dungkek sekitar 40 menit sampai di pelabuhan Giliyang.

Selamat menikmati keindahan dan kemewahan pemandangan indah Wisata Pantai Ropet Giliyang, dan untuk tetap menjaga kesopanan dan kelestarian pantai selama di sana.

Berita Terkait

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan
Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo
Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim
Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah
Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi
PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh
Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru