Demi Bayar Cicilan Mobil, Oknum PNS di Sumenep Nyuri Sepeda Ontel

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Polsek Sumenep Kota berhasil mengamankan pelaku pencurian sepeda angin atau sepeda ontel, di area parkir taman Adipura Kabupaten Sumenep, Minggu (09/02) pagi.

Kejadian tersebut bermula dari laporan Bambang Heriawan (38) warga desa Pangarangan Kecamatan Kota yang merupakan korban dari aksi pencurian, bahwa pihaknya melaporkan telah terjadi pencurian sepeda ontel merk Polygon Series warna hitam di area parkir taman Adipura.

Kejadian tersebut berawal saat korban memarkir sepeda pancalnya tersebut di area sebelah timur taman Adipura, dan pada saat itu korban melakukan jalan santai di taman Adipura.

Baca Juga:  Meriahkan Bulan Maulid, Lensa Gelar Lomba Baca Puisi

“Tak lama kemudian pelapor mendengar bahwa ada seseorang yang telah mencuri sepeda pancal miliknya,” terang Kasubag Humas Polres Kabupaten Sumenep AKP Widiarti S.

Setelah itu korban mengecek dan ternyata sepeda pancal miliknya raib dan tidak ada di tempat. Hingga selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Polsek Sumenep Kota guna proses lebih lanjut.

Setelah dimintai keterangan di Polsek Kota, bahwa diketahui pelaku adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Setelah dimintai keterangan terhadap tersangka, pihaknya mengaku ia nekat melakukan aksi yang tidak terpuji tersebut lantaran ingin membayar cicilan mobil pribadinya.

Baca Juga:  Bekerja di Bali, Warga Dungkek Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Untuk nyicil setoran mobil miliknya,” tutur Widiarti.

Selain keterangan dari tersangka, pihak Polsek Kota menyita beberapa barang bukti berupa 1 unit sepeda angin merk Polygon series primer 5 warna hitam, 1 unit sepeda angin merk polygon caskit warna merah kombinasi putih, 1 unit mobil Inova nopol L 1532 LG th 2011 warna hitam, Uang tunai sebesar Rp. 500.000,- ( lima ratus ribu rupiah ), sepasang sepatu merk Nike warna putih, 1 buah Hp merk Realme warna hitam.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami tafsiran kerugian sebesar Rp. 4.750.000,- (empat juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah),” tutup Widi.

Leave a Reply