Disetubuhi Kakek di Semak-semak, Gadis Umur 13 Tahun Hamil Dua Bulan

- Admin

Minggu, 19 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Entah apa yang ada di pikiran Abd. Latip, warga Dusun Tembing Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, pria umur 60 tahun tersebut melakukan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 13 tahun di dalam semak-semak tanah tegalan milik pelaku di Dusun Tembing Desa Sepanjang Kecamatan Sapeken.

Kejadian tersebut terjadi pada bulan November 2019 sekira pukul 13.00 WIB.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengatakan bahwa awal bulan Januari 2020 orang tua korban diberitahu oleh istrinya yang curiga terhadap perubahan fisik dan tingkah laku anaknya.

Baca Juga:  Objek Wisata di Sampang Bakal Dibuka, Pengelola Wajib Terapkan Prokes Ketat

“Korban agak kurusan, sering berdiam diri (murung) dan sudah tidak datang bulan,” terangnya.

Orang tua korban mengira anaknya sedang sakit. Pada Selasa 8 Januari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB sewaktu orang tua bersama istrinya berada di rumah di datangi oleh bidan desa setempat.

“Bidan desa menyampaikan bahwa anaknya saat ini dalam keadaan hamil berdasarkan tes urine yang dilakukan oleh bidan,” imbuhnya.

Orang tua korban tidak percaya tentang kejadian tersebut. Kemudian orang tuanya membawa korban kepada Bidan lain. Orang tua korban meminta dilakukan pemeriksaan terhadap korban.

Baca Juga:  Kecewa ke Bupati Sumenep, Mahasiswa Kepulauan Berorasi di Lobi Kantor Pemkab

“Ternyata hasil pemeriksaan sama dengan penjelasan bidan sebelumnya,” sambungnya.

Ternyata korban sudah hamil dengan usia kandungan sekitar dua bulan lebih, sehingga orang tua korban kaget.

Orang tua korban bertanya kepada anaknya. Korban menjelaskan bahwa dirinya disetubuhi oleh Abd. Latip di dalam semak-semak.

“Setelah mengetahui kejadian orang tua korban melaporkan kepada Kepala Desa Sepanjang. Dan Abd Latip mengakui bahwa benar telah melakukan persetubuhan terhadap korban,” pungkasnya.

Selanjutnya orang tua melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sapeken, atas kejadian tersebut korban dalam keadaan hamil diluar nikah setelah disetubuhi oleh pelaku.

Baca Juga:  Seorang Pria di Dungkek Hendak Diculik, Polres Sumenep Berhasil Langsung Beraksi

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II
Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar
Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus
Suaminya Indehoy di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Warga Sumenep Lapor Polisi
Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG
Polda Jatim Bongkar Sindikat Penyelundupan Gading Gajah Bermodus Jemaah Umrah
Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru