Polda Jatim Ungkap Predaran Uang Palsu

Blibli

SURABAYA, SUARABNGSA.co.id – Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim, berhasil mengungkap pembuatan uang palsu, yang siap edar di wilayah Kabupaten Jember Jawa Timur, Kamis (05/12) sekitar pukul 13:00 WIB.

“Dalam pengungkapan kali ini, pelaku inisial UD alamat Kabupaten Jember, yang berperan sebagai membuat dan mencetak uang palsu, sedangkan inisial SK alamat Kabupaten Jember, berperan sebagai mencari pendana untuk pembuatan uang palsu serta mengedarkan,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Luki Hermawan.

Dari penangkapan dua pelaku ini, Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp. 100.000, sejumlah Rp. 633.700.000, dan uang palsu pecahan Rp. 50.000, sejumlah Rp. 28.350.000, seperangkat alat komputer, CPU, monitor dan mouse, 2 buah printer, 1 obat screen, 3 botol pengecer, 1 lembar kaca film, 1 kaleng tinta plastic, 2 buah papan sablon, 3 biji stempel, 3 rim kertas HVS, 11 rim kertas sirsak, 1 lem joyko, 1 buah carter, 1 buah alat Pendeteksi uang/ultraviolet, 14 buah botol tinta Epson.

Baca Juga:  Kurang Konsentrasi, Mobil Elf Tabrak Kendaraan di Depannya

Ia menjelaskan bahwa di bulan September 2019 pelaku UD bertemu dengan SK telah dapat percetakan uang palsu, dan ditunjukan contohnya, dengan uang pecahan Rp, 100.000, kemudian SK mengatakan bahwa uang palsu ini, bagus untuk diedarkan.

“Setelah SK mengatakan kepada UD sanggup untuk mengedarkan, maka ia mengatakan butuh modal untuk membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat uang palsu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, SK menghubungi temannya inisial ST, orang Sumatera Utara, untuk meminjam modal, sebesar Rp. 5.000.000. dan SK sendiri memberi Rp. 11.400.000. sehingga modal yang diberikan kepada UD sebesar Rp. 16.400.000.

Baca Juga:  Tak Terkendali, Truk Bermuatan Cabe Seruduk Kendaraan di Depannya

“Kemudian setelah modal terkumpul, UD sanggup membuatkan uang palsu, dan pesanan untuk ST, sudah selesai, namun uang tersebut, tidak diambil, karena tidak di ambil pesanan tersebut, maka disimpan dan akan diedarkan oleh SK dengan perbandingan 1×3 (satu kali tiga),” jelasnya.

Kepada tersangka UD akan ditetapkan dalam pasal 36 ayat 1 jo, pasal 26 ayat 1 undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara, dan denda 10.000.000.000. (sepuluh miliar rupiah) sedangkan tersangka SK ditetapkan dalam pasal 36 ayat 3 jo pasal 26 ayat 3 undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara, dan denda Rp. 50.000.000.000. (lima puluh miliar rupiah).

Baca Juga:  Polrestabes Surabaya Musnahkan BB Kasus Narkoba
Blibli

Leave a Reply