Dua Napi di Rutan Sumenep Kabur Lagi, Petugas Kecolongan?

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kecolongan, Dua Narapidana di Rumah  Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur kabur.

Satu tahanan diantaranya yakni Matrawi, warga Kecamatan Batuputih, narapidana kasus kekerasan dalam rumah tangga. Dan juga Baidi salah seorang napi kasus narkoba.

Matrawi diketahui sudah tiga kali melarikan diri. Pertama tahun 2008 lalu. Sejak kembali masuk sel, Matrawi kembali melarikan diri bersama beberapa tahanan lainnya bulan Februari lalu. Namun, 17 Juni 2019 ia ditangkap petugas.

“Ini kali ketiga dia lari dari rutan ini. Seperti biasa dia lari pasti bawa temannya,” ucap Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Beni Hidayat, Senin (30/09).

Sejak ditangkap usai lari, Matrawi ditempatkan di sel isolasi (nomor kamar sel 18) rutan kelas IIB Sumenep. Dia ditahan dengan tangan diborgol serta kaki dirantai ke pintu sel tahanan.

Tebalnya sel tahanan, dua tangan diborgol, serta kaki digembok dengan rantai tidak lantas tidak membuat Matrawi kesulitan untuk kembali melarikan diri. Terbukti, dia kembali melarikan diri, Minggu (29/09) sekitar pukul 04.02 pagi.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah Jadi 16 Orang

Matrawi lari dengan membongkar dinding sel. Menurut penuturan Kepala Rutan, Beni Hidayat, Matrawi menggunakan sendok makan untuk melubangi tebalnya dinding sel isolasi.

Satu dinding dibongkar, kemudian dia masuk ke sel isolasi satunya (kamar isolasi nomor 19) yang ditempati Baidi, narapidana kasus narkoba. Lagi, dinding sel yang ditempati Baidi dibongkar menggunakan sendok makan.

Dua tembok dijebol, rantai kaki dibuka, satu borgol tangan dibuka, kemudian Matrawi dan Baidi melarikan diri. Matrawi lari dengan satu borgol di tangannya. Anehnya, borgol yang terbuka tidaklah rusak.

Setelah keluar dari sel isolasi tahanan, Matrawi memanjat dinding menuju aula rutan. Mengetahui petugas sedang shalat subuh berjamaah, Matrawi dan Baidi dengan mudah memanjat tembok dan keluar dari area rutan.

Baca Juga:  Dua Sungai Meluap, Ratusan Hektar Sawah dan Puluhan Rumah Dikepung Banjir

“Disel isolasi tersebut kita borgol tangannya dua buah borgol, kemudian kakinya kita rantai ke pintu. Tapi bisa meloloskan diri juga,” tambahnya.

Adakah keterlibatan pihak rutan?, Beni menjelaskan, bukti awal yang dikantongi, tidak ada alat bukti yang menunjukkan keterlibatan petugas rutan. Kendati demikian, ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dangan tim Inafis Polri untuk menyekidiki hal tersebut.

Saat Matrawi dan Baidi melarikan diri, kata Beni, petugas rutan terdiri dari lima regu pengamanan, satu orang petugas pintu, dan satu orang petugas piket.

“Dari bukti-bukti awal yang kita temukan tidak ada alat bukti yang mengarah bahwa yang bersangkutan dibantu oleh petugas. Tetapi kita tidak berhenti disitu, kita nanti minta bantuan kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut,” jelasnya.

Baca Juga:  Kakek-kakek di Sumenep Ini Cabuli Anak di Bawah Umur

Saat ini, Matrawi diburu tim gabungan, dari petugas rutan, kepolisian, hingga pihak TNI disebut ikut memburu Matrawi. “Masih kita cari terus, kita koordinasi dengan pihak kepolisian, kemudian dengan TNI, untuk pencarian bersama-sama,” tambah Beni.

Sudah mendekam di penjara, ternyata Matrawi sedang menjalani persoalan lain. Dia kembali harus berurusan dengan APH setelah melawan tim Polres Sumenep menggunakan senjata tajam saat hendak ditangkap 17 Juni lalu.

“Kita belum pindahkan dari rutan ini ke lapas lain karena yang bersangkutan masih ada pemberkasan, waktu ditangkap dia melawan terhadap pihak kepolisian, itu dinaikkan lagi berkasnya,” tukasnya.

Leave a Reply