Jadi Korban Penganiayaan, Pasutri di Torjun Sampang Lapor Polisi

- Admin

Kamis, 20 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pasangan suami istri (Pasutri) bernama H Sahar (57) dan Hj Samuna (50) warga Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang menjadi korban penganiayaan pada Selasa (18/08/2020) malam sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun suarabangsa.co.id, akibat penganiayaan tersebut, H Sahar mengalami patah lengan serta luka lebam di wajahnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Muhammad Zyn Sampang.

Diperoleh keterangan, aksi penganiayaan itu berawal saat korban bersama anaknya bernama Hudaifi menghadiri acara tahlilan di desa setempat. Saat memarkir motor, Hudaifi secara tidak sengaja menyenggol badan salah satu pelaku. Diduga karena tidak terima badannya disenggol, pelaku kemudian berkata kasar dan memukul Hudaifi.

Baca Juga:  Peringati HPN, Polres Pamekasan Bersama PIJP Bagikan Ribuan Masker

Warga yang melihat peristiwa itu langsung melerai sehingga tidak terjadi adu fisik. Setelah itu, korban dan anaknya pun pulang. Namun, tak berselang lama pelaku datang kerumah korban dengan jumlah yang banyak dan diantara mereka ada yang membawa clurit.

Mereka langsung menarik tubuh korban keluar dan melakukan pengeroyokan. Mengetahui suaminya dikeroyok, istri korban mencoba untuk melerainya. Sayangnya, niat baik istri korban justru ditanggapi lain oleh para pelaku dengan mendorong istri korban hingga jatuh yang berakibat tangan kirinya patah. Saat ini, kasus penganiayaan tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Torjun.

Baca Juga:  Rapid Test Antigen untuk Syarat Perjalanan Tak Lagi Gratis, Begini Kata Plt Kadinkes Sampang

“Pada saat kejadian saya hanya berdua dengan istri. Sementara anak saya lagi keluar. Ada sekitar 20 orang yang menyerang saya. Saya kenal dan tahu betul orang-orang yang mengeroyok saya,” kata H Sahar, (Kamis 20/08/20).

Pada saat dikeroyok, lanjut H Sahar, Kepala Desa (Kades) beserta sejumlah perangkatnya ada dilokasi kejadian. Tapi mereka hanya diam seribu bahasa dan hanya menjadi penonton.

“Seharusnya Kades itu melindungi rakyatnya dengan melerai. Apa mungkin karena para pelaku itu masih familinya, sehingga Kades itu hanya diam saja dan jadi penonton,” keluhnya.

Baca Juga:  Ribuan Aktivis PMII Sumenep Turun Jalan, Minta Polres Usut Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Organisasi

Pihaknya mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Polisi, namun hingga saat ini belum ada informasi dari kepolisian terkait dengan perkembangan laporan tersebut.

“Masih belum ada informasi apapun dari kepolisian, kami harap polisi segera menangkap semua pelaku,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Torjun Iptu Heriyanto membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa kasus itu sudah masuk dalam tahap penyelidikan.

“Laporannya sudah diterima dan akan dilakukan proses penyelidikkan lebih lanjut,” kata Heriyanto secara singkat.

Berita Terkait

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru