BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Menanggapi dinamika politik nasional terkait pengakuan salah dan permohonan maaf pakar digital forensik Rismon Sianipar kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro, Mustakim, memberikan pernyataan tegas.
Mustakim menilai bahwa langkah Rismon Sianipar yang mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada 12 Maret 2026 untuk meminta maaf atas kesalahan analisis ijazah adalah bukti sahih bahwa selama ini ada upaya sistematis untuk melakukan”pembunuhan karakter” terhadap Jokowi.
Dalam keterangannya, Mustakim menyoroti bahwa tuduhan yang selama ini digelorakan oleh Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan kelompoknya bukan sekadar kritik biasa, melainkan sebuah kejahatan demokrasi.
“Apa yang dilakukan kelompok ini adalah upaya downgrade nama baik Bapak Jokowi dan bullying terhadap keluarga beliau secara terencana. Ini bukan lagi soal kebebasan berpendapat, tapi sebuah modus terselubung untuk mendelegitimasi kepemimpinan nasional dengan kebohongan,” tegas Mustakim.
Mustakim mengapresiasi kesadaran Rismon Sianipar yang akhirnya mengakui keaslian ijazah Jokowi sebagaimana yang telah dinyatakan resmi oleh pihak UGM.
Namun, bagi Projo Bojonegoro, permintaan maaf saja tidaklah cukup untuk menghapus kegaduhan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Mustakim mendesak pihak kepolisian, khususnya Polri, untuk melakukan langkah hukum yang lebih dalam,
Hentikan Spekulasi,Dengan adanya pengakuan salah dari internal kelompok mereka sendiri (Rismon), tidak ada alasan bagi Polri untuk ragu menjerat Roy Suryo dkk atas dugaan penyebaran berita bohong.
Mustakim meminta Polri menyelidiki siapa dalang di balik gerakan ini. “Uang dari mana mereka bisa bergerak semasif ini? Harus jelas siapa yang mendonasi mereka.
Rakyat perlu tahu apakah ada kepentingan oligarki atau aktor politik yang membiayai produksi hoaks ini,” ujar Mustakim.
Mustakim mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Bojonegoro, untuk tidak lagi terprovokasi oleh narasi-narasi sampah yang sudah terbukti salah secara ilmiah dan faktual.
“Kebenaran akhirnya menemukan jalannya. Mari kita fokus mengawal pembangunan dan persatuan, jangan lagi memberi ruang bagi para produsen hoaks yang ingin merusak tatanan demokrasi kita,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















