Jelang Hari Kemerdekaan RI, Banyak Warga Sampang yang Belum Mengibarkan Bendera Merah Putih

- Admin

Kamis, 10 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pengendara sepeda motor saat melintas di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Sampang.

i

Seorang pengendara sepeda motor saat melintas di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Sampang.

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-78, masih banyak rumah-rumah warga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang belum memasang bendera Merah Putih maupun umbul-umbul.

Pemandangan warga tak memasang bendera itu tak hanya terlihat di pedesaan saja. Warga yang tinggal di pinggir jalan protokol atau di sudut-sudut kota pun masih banyak yang tak mengibarkan bendera pusaka di depan rumah atau toko miliknya.

Salah satunya, tampak di Jalan Trunojoyo. Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, hampir di sepanjang jalan itu banyak yang tak memasang bendera merah putih.

Baca Juga:  Miris, Nenek Sebatang Kara di Camplong Sampang Ini Nyaris Tak Tersentuh Bantuan

Padahal, setiap warga negara Indonesia wajib mengibarkan bendera Merah Putih pada saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (3) dan ayat (4) UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Salah satu pemuda kota Bahari, Abdur Rohim mengaku miris dan sangat menyayangkan melihat keadaan itu. Ia menilai, memperingati HUT Kemerdekaan menjadi momen bersejarah yang perlu disambut dengan semangat merah putih.

“Yang lebih miris lagi itu ketika kita melihat ada salah satu perusahaan milik BUMN yang tidak mengibarkan bendera merah putih,” ujar Rohim, Kamis (10/08/2023).

Baca Juga:  Dispendukcapil Sumenep Mulai Buka Pelayanan di Masa Pandemi Covid-19, Begini Teknisnya

Menurut Rohim, banyaknya warga yang tidak mengibarkan bendera merah putih, bisa jadi mereka telah kehilangan makna peringatan kemerdekaan itu.

Padahal, kata dia, kemerdekaan itu didapat dengan susah payah dengan penuh pengorbanan cucuran darah, keringat, air mata bahkan nyawa para pahlawan.

“Kalo bukan kita siapa lagi yang memeriahkan, mengisi peringatan Hari Kemerdekaan ini. Dan ini adalah wujud kita menghargai para pejuang kita yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Kita kan hanya memeriahkan dengan memasang bendera, saya rasa tidak berat,” tuturnya.

Baca Juga:  Aulia Rahman Menduga Ada Manuver Politik Bupati Sampang di Balik Isu Penundaan Pilkades

Dengan kondisi ini, Rohim mengajak untuk mengingat sejarah, dimana bendera merupakan salah satu identitas bangsa, di dalam sebuah bendera tersirat dan tersimpan makna serta kisah bagaimana perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan negara ini.

“Semua rakyat Indonesia wajib memasang lambang kebesaran negara. Bahkan orang miskin pun yang tak mampu membeli bedara merah putih, Pemerintah Daerah mempunyai tugas untuk memberikan bendera negara kepada yang tidak mampu ini,” tutupnya.

Penulis : Abdus Salam

Editor : Putri

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru