Miris, Nenek Sebatang Kara di Camplong Sampang Ini Nyaris Tak Tersentuh Bantuan

- Admin

Rabu, 15 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Sangat miris bila melihat kondisi rumah nenek Masirah yang berada di Dusun Le’nande, Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Betapa tidak, rumah tersebut sudah tak layak untuk ditempati sebagaimana mestinya. Kondisi bangunan yang sudah usang, lapuk serta banyak lubang itu nyaris roboh, sehingga bisa membahayakan nyawa.

Informasi yang didapat kontributor suarabangsa.co.id, untuk makan sehari-hari nenek Masirah hanya bergantung pada belas kasihan para tetangga sekitar. Jauh dari kehangatan keluarga serta anak cucu, perempuan yang berusia lanjut ini hanya hidup sebatang kara.

Mirisnya lagi, janda tua ini disebut nyaris tak tersentuh satupun bantuan dari pemerintah. Bahkan, nenek Masirah luput dari agenda blusukan Bupati Sampang, padahal lokasinya tidak jauh dari pusat perkotaan.

Baca Juga:  Gagal Gondol Inventaris Sekolah, Pria di Bondowoso Ini Malah Dibekuk Polisi

Padahal, selama pandemi Covid-19 ini, pemerintah telah mengucurkan berbagai macam program bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang terdampak virus Corona 19.

Meski tinggal seorang diri, wanita lanjut usia ini tetap tegar menghadapi berbagai cobaan yang silih berganti. Padahal, wanita seusianya sudah selayaknya menikmati kehidupan dengan tenang dan damai.

Melihat kondisinya yang hanya tinggal sebatang kara tersebut, mungkin yang sangat dibutuhkan saat ini adalah hanyalah mata terbuka dari pemerintah, untuk memberikan sedikit hak untuk nenek Masirah.

Baca Juga:  HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional, Begini Pesan Bupati Sampang

Sahrul, tetangga nenek Masirah menjelaskan mengenai kondisi yang sangat memprihatikan karena rumah yang tidak layak huni ditempati seorang diri oleh nenek tua yang seharusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah atau pun para dermawan.

“Sedih melihat kondisi beliau, apalagi dia tinggal sendiri di situ dengan kondisi yang sangat memperihatinkan sekali. Rumahnya sangat perlu direnovasi, mulai dari atap hingga dinding,” ungkap Sahrul, Rabu (15/09/2021).

Kepada media ini, Sahrul mengaku jika sebenarnya pernah ada pendataan untuk mendapatkan bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah, tetapi hingga saat ini bantuan tersebut belum juga dirasakan nenek Masirah.

Baca Juga:  Gegara Kipas Angin Korslet, Dua Rumah Warga di Sampang Hangus Terbakar

“Sebenarnya dulu pernah ada yang mendata, tapi belum ada tindak lanjut. Gak tau kenapa nenek Masirah ini kok bisa tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah,” ujar dia bertanya-tanya.

Sahrul pun mengungkapkan ketakutannya jika suatu saat rumah yang selama ini ditempati oleh nenek tersebut roboh lantaran termakan usia dan rapuh.

“Takut roboh, kalau musim hujan pasti ada angin. Saya berharap, pemerintah bisa memberikan sedikit perhatian atas rumah nenek Masirah yang sudah tidak layak huni ini,” tandasnya.

Berita Terkait

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
XPENG Perluas Pasar Mobil Listrik Pintar di Jawa Timur lewat GIIAS Surabaya 2026
GIIAS Surabaya 2026, BYD Perkenalkan M6 DM untuk Mobilitas Keluarga
GIIAS Surabaya 2026, Wamenperin Soroti Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan
Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
BAIC T1 Jadi Andalan Baru di GIIAS Surabaya 2026, Harga Spesial Rp 393 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:18 WIB

Pembangunan Bendungan Karangnongko Deadlock, DPRD Bojonegoro Desak Pucuk Pimpinan dan APH Turun Tangan

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:15 WIB

Bupati Setyo Wahono Ajak Media Gaungkan Layanan Unggulan RSUD dan Rencana Kampus UB di Bojonegoro

Berita Terbaru