Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

- Admin

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Morula IVF Surabaya menyiapkan grand prize berupa program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) gratis dalam edukasi perencanaan keluarga bertajuk “Future Family Planning : Balancing Career & Parenthood”.

Edukasi tersebut digelar di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya, Minggu (20/9/2026), sebagai upaya mendorong pasangan suami istri ( pasutri ) merencanakan kehamilan tanpa harus mengorbankan karier di tengah tren penurunan angka fertilitas.

Grand prize Free IVF menjadi daya tarik utama dalam kegiatan ini. Program ini disiapkan Morula untuk mendorong pasutri melakukan deteksi dini kesuburan dan tidak menunda program kehamilan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Morula IVF Surabaya, dr. Benediktus Arifin, mengatakan, edukasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap rendahnya kesadaran perencanaan kehamilan.

“Kalau kita ingin, sering kali orang itu jarang merencanakan sebuah kehamilan. Menikah direncanakan dengan baik, tapi kehamilan enggak direncanakan,” ujar Benediktus.

Menurut dia, perencanaan kehamilan idealnya berjalan beriringan dengan perencanaan masa depan dan karier. Saat ini, pilihan untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan juga semakin beragam, mulai dari program alami, inseminasi, hingga bayi tabung.

Baca Juga:  Diduga Selewengkan BLT Dana Desa, Mantan Kades Baruh Sampang Disoal

Hal senada disampaikan Guru Besar, Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Ia menyebut penurunan angka kelahiran bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan fenomena global yang dialami Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Ia mencatat, total fertility rate (TFR) Indonesia saat ini berada di kisaran 2,1 hingga 2,14. Angka tersebut perlu diwaspadai agar tidak terus menurun.

Budi mengingatkan faktor usia menjadi penentu penting dalam kesuburan perempuan.

“Kita lupa bahwa seorang wanita itu kalau sudah di atas 35 tahun, angka ovarian reserve-nya, cadangan sel telurnya itu turun,” kata Budi.

Selain usia, faktor lingkungan dan gaya hidup seperti polusi, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan pola makan tidak sehat juga turut memengaruhi kesuburan laki-laki dan perempuan.

Sementara itu, dr. Jimmy Yanuar Annas, menekankan bahwa program kehamilan tidak selalu harus melalui bayi tabung. Pasangan dapat memulai dari hubungan suami istri alami dan inseminasi sesuai indikasi medis.

Namun, ia mengingatkan agar pasangan memiliki target waktu yang jelas.

Baca Juga:  Sempat Ajak Ibunya Bunuh Diri, Pemuda di Surabaya Ditemukan Tewas Tergantung

“Yang penting kita harus punya target dan terus harus punya timeline, sampai kapan kita menunggu alami. Nggak bisa terus kita menunggu alami sampai lama akhirnya telat,” ujar Jimmy.

Ia menyarankan pasangan yang telah menikah satu tahun dengan hubungan teratur namun belum hamil untuk segera memeriksakan diri. Pemeriksaan lebih dini diperlukan jika ada faktor risiko seperti riwayat operasi rahim, endometriosis, gangguan haid, atau menikah di atas usia 35 tahun.

Di sisi lain, dr. Achmad Rheza, menilai persoalan fertilitas perlu dilihat secara komprehensif, baik dari sisi pemahaman keluarga berencana maupun masalah kesuburan itu sendiri.

Head of Division Morula IVF Surabaya, Arik Lisarja, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses informasi. Dalam empat hingga lima bulan terakhir, pihaknya telah memberikan konsultasi dan USG gratis kepada 694 pasien.

“Tujuannya untuk apa sih? Salah satunya adalah merangsang mereka supaya semangat untuk bisa mendeteksi lebih dini. Jangan sampai lebih terlambat,” kata Arik.

Arik menambahkan Morula juga berupaya mendekatkan layanan melalui dokter-dokter di sejumlah daerah sekitar Surabaya, seperti Mojokerto, Bangkalan dan Malang. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu merasa malu atau ragu untuk mencari informasi mengenai program kehamilan.

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Peredaran Regulator Berbahaya Tak Ber SNI

Di daerah, dr. Maya Devi Arifiandi, mengatakan pasangan dapat melakukan konsultasi awal untuk mengetahui persoalan fertilitas yang dialami. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan melihat kemungkinan faktor dari pihak suami maupun istri.

“Pertama kalinya kira-kira nanti kita akan mencari masalahnya apa. Akan kita telusuri masalah fertilitasnya di mana, misalnya dari suami atau dari istri. Pasti kita jembatani,” kata Maya.

Sementara itu, dr. Raudatul Hikmah, mengatakan perkembangan teknologi reproduksi juga memberikan solusi bagi pasangan yang menghadapi kondisi khusus, termasuk pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh karena pekerjaan.

Ia mencontohkan pasangan di Madura yang suaminya bekerja sebagai pelayar sehingga hanya memiliki waktu terbatas untuk bertemu dengan istri.

“Kalaupun datang dia mungkin hanya sebulan. Jadi waktunya hanya sempit sekali untuk ada di berdekatan dengan istri. Kita beri solusi mungkin ada freezing sperma seperti itu,” tutupnya.

Penulis : Muji

Editor : Putri

Berita Terkait

Lautan Penonton NDX AKA di Bojonegoro Tetap Kondusif, Ini Rahasia Pengamanan AKBP Yenni
Dibalik Kemewahan Gelaran Sound Horeg: Warga Bayemgede Buka Bobrok Tata Kelola APBDes
TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026
Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi
Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan
Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur
Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro
Batik Berlayar di Sungai Kalimas, Wajah Baru Peringatan HBN 2026 Surabaya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Sabtu, 19 September 2026 - 11:47 WIB

Lautan Penonton NDX AKA di Bojonegoro Tetap Kondusif, Ini Rahasia Pengamanan AKBP Yenni

Jumat, 18 September 2026 - 11:07 WIB

Dibalik Kemewahan Gelaran Sound Horeg: Warga Bayemgede Buka Bobrok Tata Kelola APBDes

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:35 WIB

Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:56 WIB

Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur

Rabu, 16 September 2026 - 14:52 WIB

Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro

Rabu, 16 September 2026 - 12:42 WIB

Batik Berlayar di Sungai Kalimas, Wajah Baru Peringatan HBN 2026 Surabaya

Berita Terbaru