Dibalik Kemewahan Gelaran Sound Horeg: Warga Bayemgede Buka Bobrok Tata Kelola APBDes

- Admin

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Gelaran sound horeg di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, yang berlangsung pada 5–6 September 2026, tidak hanya menyisakan kerusakan fasilitas publik.
Acara tersebut memicu terkuaknya krisis keuangan dan minimnya transparansi tata kelola pemerintahan desa setempat dalam lima tahun terakhir.

Pada Kamis (17/9/2026), sekitar 300 warga Desa Bayemgede mendatangi kantor desa untuk menuntut keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas, serta mempertanyakan kinerja Sekretaris Desa (Sekdes) dan perangkat desa lainnya.

Warga menduga penyelenggaraan sound horeg tersebut tidak transparan dan diwarnai praktik pungutan liar (pungli). Selain itu, warga mengeluhkan kinerja Sekdes yang jarang berada di desa karena lebih mementingkan urusan pribadi di luar wilayah.

Baca Juga:  Pemkab Probolinggo Akan Kembangkan Tiga Jenis Sapi Varietas Unggul

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Suara Bangsa, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Bayemgede yang semula berada di kisaran Rp800 juta mengalami penyusutan drastis pada rentang 2022 hingga 2024. Akibat pemotongan alokasi anggaran dari pemerintah pusat hingga 50 persen, nilai APBDes merosot hingga sekitar Rp275 juta.

Meski kondisi keuangan desa sedang krisis, Pemerintah Desa Bayemgede dinilai tetap memaksakan penyelenggaraan kegiatan berskala besar dan berbiaya tinggi. Langkah ini memicu reaksi keras warga yang mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran.

Baca Juga:  Demi Memutus Mata Rantai Covid-19, Kapolda Jatim Terus Datangi 11 Kantor Polsek di Surabaya

“Jembatan dirusak dan pertanggungjawabannya tidak jelas. Sekdesnya juga jarang di tempat, lebih sering pulang ke rumah istri barunya di luar desa,” ujar seorang warga Bayemgede yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Aksi protes masyarakat ini turut memicu perselisihan terbuka antara Kepala Desa (Kades) dan Sekdes. Keduanya saling melempar tuduhan terkait amburadulnya pengelolaan desa hingga mengarah pada ranah personal.

Sementara itu, pihak Camat Kepohbaru bersama Kades dan Sekdes Bayemgede memilih bungkam saat dihubungi lewat ponsel nya. Mereka belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuntutan transparansi anggaran maupun desakan pencopotan jabatan Sekdes.

Baca Juga:  Dampak Proyek Pelebaran Jalan, Tiang PJU di Sampang Dibiarkan Mangkrak

Sikap tertutup dari jajaran pejabat tersebut kian memperkuat dugaan publik mengenai adanya penyimpangan dalam pengelolaan APBDes dan Dana Desa selama beberapa tahun terakhir.

Warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan akuntabilitas dan evaluasi menyeluruh dari pemerintah kabupaten.

“Kami akan meminta pejabat tingkat kabupaten untuk mengevaluasi Desa Bayemgede dan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegas salah satu warga.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru