BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Musrenbang Tematik Pemuda Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 mencatatkan sejarah baru dalam pola serap aspirasi. Bojonegoro Jumat 6/3/2026. Kegiatan Musrenbang ” Tematik” tersebut Tidak hanya sekadar diskusi gayeng (hangat), dan menarik.
Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Maftukhan, mengungkapkan bahwa usulan pemuda kini terintegrasi langsung melalui sistem digital untuk memastikan transparansi dan efektivitas anggaran.
Kegiatan yang dihadiri oleh 198 pemuda-pemudi, forum ini membedah potensi besar di sektor Digitalisasi, Pertanian, Peternakan, dan UMKM.
Menurut Maftukhan,Menanggapi mekanisme anggaran untuk mendukung kemajuan pemuda, Maftukhan menjelaskan bahwa proses pengusulan kini jauh lebih modern dan praktis.
Dan hal tersebut muncul dari gagasan-gagasan pemuda ini, meminta pada pemkab dengan aspirasi lewat digitalisasi,
“Di Kabupaten Bojonegoro nanti, semacam pakai barcode. Tadi sudah dikasih barcode-nya untuk usulan-usulan pemuda Kabupaten Bojonegoro yang akan datang, agar kemudian aspirasi dan usulan ini bisa diserap lewat digitalisasi tersebut,”jelas Maftukhan.
Menurut Sekertaris komisi C Langkah ini yang diambil oleh Pemkab ini lebih cerdas dan satu lompatan langkah maju,agar setiap ide dari “akar rumput” kususnya pemuda agar tidak tercecer dan dapat dipantau langsung dalam perencanaan anggaran daerah kedepan.
Dalam dialog tersebut, Maftukhan menangkap keinginan kuat generasi muda untuk meninggalkan cara-cara lama. Pemuda Bojonegoro kini menuntut adanya sentuhan teknologi dalam setiap lini usaha.
“Para pemuda menginginkan perekonomian dan pertanian itu dikelola secara modernisasi, dari peralatannya dan usahanya. Termasuk terkait UMKM, ke depan nanti bisa melalui digitalisasi, dan banyak yang lainnya seperti peternakan,” terangnya.
Sebagai Sekretaris Komisi C, Maftukhan sangat sepakat bahwa mulai tahun 2026 ini, Musrenbang Tematik menjadi wadah vital untuk menggali potensi dari berbagai disiplin ilmu.
Ia menegaskan bahwa pemuda adalah fondasi utama kemajuan wilayah.
“Baik itu tingkat kewirausahaan, peternak, petani, ataupun bidang usaha yang lainnya, ini adalah pemuda-pemuda yang ada (sebagai) motor penggerak untuk menopang perekonomian wilayah,” tegasnya.
Di akhir sesi, Maftukhan membakar semangat para peserta agar berani tampil di depan dalam mengelola potensi daerahnya sendiri dengan cara-cara yang kekinian.
“Pemuda-pemudi ini harus bisa ikut mengambil peran, bukan menjadi penonton ataupun penikmat saja. Bagaimana, Potensi Bojonegoro ini untuk bisa menopang pembangunan dan mengangkat perekonomian yang ada di Bojonegoro. Baik wirausaha,maupun yang lainya dan banyak cara ,dari manual sampai secara modern,(red:Digitalisasi),” pungkasnya dalam motivasinya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















