Cegah Tragedi Ngada Terulang, Sekolah Diminta Utamakan Evaluasi dan Musyawarah Dibanding Hukuman

- Admin

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Tragedi memilukan yang menimpa YBR (10), seorang siswa SD di Jerebuu, Ngada, NTT yang nekat mengakhiri hidup akibat beban tagihan sekolah dan perlengkapan belajar, menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.

Menanggapi fenomena tekanan psikis pada anak di sekolah, otoritas pendidikan menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam menangani persoalan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Bojonegoro Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si, lewat Kasi Kesiswaan, Anang Budiantara, S.Pd.SD, menyatakan bahwa terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif adalah tanggung jawab kolektif.

Ia menegaskan bahwa setiap elemen, mulai dari guru hingga pengawas, harus bersinergi demi mewujudkan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman.

Baca Juga:  Usulan Penambahan Anggaran Belanja Daerah Dianggap Mendadak, Rapat di DPRD Bojonegoro Alami Dead Lock

“Guru maupun pengawas harus bisa membuat sekolahan menjadi tempat paling nyaman untuk siswa, maupun wali murid,” ujar Anang kepada media, Kamis (5/2/2026).

Menurut, Anang menyoroti bahwa pola pendisiplinan siswa kini telah bergeser. Ia menyebut istilah “hukuman” sudah mulai ditinggalkan di lingkungan sekolah dan digantikan dengan pendekatan yang lebih pedagogis.

“Soal hukuman yang dilakukan di sekolah sudah mulai tidak ada. Namanya bukan hukuman, namun evaluasi pembelajaran siswa yang dilakukan guru dan anak,” imbuhnya.

Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah dampak psikis yang berat pada anak, seperti rasa malu yang ekstrem atau depresi yang bisa berujung pada tindakan fatal seperti yang terjadi di NTT.

Baca Juga:  Tidak Kantongi Izin, Aduan Merpati di Pamekasan Dibubarka

Tambahnya untuk sang pendidik harus,Kedepankan Musyawarah Dingin
Terkait potensi konflik atau kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua, Anang meminta agar jalur komunikasi tetap dijaga tanpa emosi.

Menurutnya, sekolah memiliki wewenang penuh untuk menyelesaikan persoalan internal melalui dialog.

“Kalau ada di sekolahan kan wewenang sekolah, dan wali murid tidak perlu untuk memperkeruh, dan bisa didinginkan dengan musyawarah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Anang juga mengajak para wali murid untuk tetap objektif dalam melihat perilaku anak di sekolah. Sinergi antara kenyamanan sekolah dan kejujuran orang tua dianggap sebagai kunci pembentukan karakter.

Baca Juga:  Sebanyak 4 Orang Warga Sumenep Dinyatakan Positif Covid-19, Bupati : Yang Jebol Malah di Tengah Kota

“Anak saya sendiri kalau di sekolah salah ya kita salahkan,” pungkasnya.

Catatan redaksi:menekankan pentingnya sikap sportif dari orang tua agar proses evaluasi di sekolah berjalan efektif.

Tragedi di Ngada yang berakar dari persoalan ekonomi dan penagihan biaya sekolah diharapkan menjadi pembelajaran terakhir di Indonesia.

Dengan penguatan peran guru sebagai evaluator dan sekolah sebagai ruang musyawarah, diharapkan tidak ada lagi siswa yang merasa tertekan secara mental di tempat mereka menuntut ilmu.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro
Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun
Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan
Komisi A Beri Tenggat Waktu, Soroti Hak User, Legalitas Proyek hingga Dugaan Pungutan Tambahan Rp10 Juta, Polemik Perumahan Klampok
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:30 WIB

PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:56 WIB

Pimpin Upacara Hari Otoda dan Hari Pendidikan Nasional, Bupati Bojonegoro Tekankan Penguatan SDM dan Tata Kelola Pemerintahan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:26 WIB

Komisi A Beri Tenggat Waktu, Soroti Hak User, Legalitas Proyek hingga Dugaan Pungutan Tambahan Rp10 Juta, Polemik Perumahan Klampok

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:29 WIB

Babak Baru Sengketa TKD Belun: Kades Jono Sebut Status Tanah ‘Celengan’ kegunaan Tergantung Kebijakan Desa

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB

Daerah

PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:30 WIB