Revolusi Demokrasi Efisien: DPC Projo Bojonegoro Usulkan Pilpres-Pilbup Serentak, Pilgub-Pilwali Cukup Melalui DPRD

- Admin

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro melontarkan gagasan besar untuk mereformasi sistem demokrasi Indonesia guna menyelamatkan keuangan negara.

Pengalaman pilkada serentak 2024 Dengan proyeksi anggaran Pilkada Serentak 2024 yang menembus Rp 41 triliun. Mustakim selaku Ketua DPC Projo Bojonegoro menilai beban NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) telah mencekik ruang gerak APBD untuk pembangunan masyarakat.

Lanjutnya, Efisiensi namun tanpa Menghilangkan Kegembiraan dan esensi demokrasi.

Mustakim mengusulkan skema pemilihan yang lebih taktis dan hemat biaya,

Pilkada Bupati dan Pilpres, Tetap dilakukan secara langsung dan serentak untuk menjaga kedekatan pemimpin dengan rakyat di basis kabupaten dan nasional.

Baca Juga:  SMSI Award 2025, Inilah Sejumlah Tokoh Madura yang Menginspirasi

Pilkada Gubernur dan walikota,Dipilih oleh partai melalui kepanjangan tangan di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Mekanisme ini sepenuhnya dikontrol oleh internal partai masing-masing sehingga tidak membebani APBN/APBD untuk logistik pemilu masal.

Untuk wilayah dengan status Daerah Khusus seperti DKI Jakarta dan DIY, Projo menawarkan mekanisme yang tetap menjunjung esensi demokrasi namun lebih efisien.

“Untuk Daerah Khusus, internal partai dapat melakukan Musra (Musyawarah Rakyat) guna menggagas pasangan calon (Paslon) dan menyerap aspirasi konstituen lewat program-program yang ditawarkan oleh partai dan paslon. Setelah Musra selesai, internal partai menentukan kandidatnya untuk kemudian diuji secara publik dan dipilih oleh DPRD Provinsi,” papar Mantan Sekertaris DPC Projo Bojonegoro tersebut.

Baca Juga:  Hujan dan Angin, Sejumlah Kayu di Bluto Sumenep Tumbang

Menurut Takim yang akrab dipangil djaeman tersebut, Anggaran fantastis Rp 41 triliun yang mayoritas terserap untuk biaya pengamanan dan mitigasi kerawanan sosial menjadi alasan kuat di balik usulan ini.

“Biaya pilkada itu cenderung biaya pengamanan dan mitigasi kerawanan sosial, dan pilkada serentak juga rentan konflik berkepanjangan saat menjelang pilpres dan pasca pilpres,” ungkapnya.

Imbuhnya,rakyat sering kali rentan terjebak dalam konflik kepentingan yang tajam saat pemilihan langsung di banyak tingkatan.

“Dengan ini, Negara bisa mengurangi beban persoalan yang selama ini selalu menjadi hantu fiskal. Dana hibah NPHD yang sangat besar di daerah bisa dialihkan untuk kepentingan nyata rakyat, sementara partai politik kembali ke fungsinya sebagai wadah musyawarah dan pendidikan politik, serta penyerapan aspirasi yang berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga:  Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Bupati Sumenep Minta Masyarakat Tarawih di Rumah

Dengan sistem ini, DPC Projo Bojonegoro meyakini pemimpin terpilih tidak lagi terbebani oleh biaya kampanye yang sangat mahal.

Demokrasi tetap berjalan dengan gembira melalui Musra, namun anggaran negara tetap aman untuk pembangunan.

“Ini adalah jalan tengah,Demokrasi Pancasila yang efektif, efisien, dan tetap berpijak pada aspirasi rakyat,” tutupnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026
Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi
Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan
Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur
Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro
Batik Berlayar di Sungai Kalimas, Wajah Baru Peringatan HBN 2026 Surabaya
Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi
​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:18 WIB

TACO dan Robries Ubah Limbah HPL Menjadi Furniture, Pamerkan di IBT Surabaya 2026

Kamis, 17 September 2026 - 19:13 WIB

Dinilai Sudutkan Profesi Jurnalis, ASN Kecamatan Malo Berikan Klarifikasi

Kamis, 17 September 2026 - 13:35 WIB

Warga Bayemgede Bojonegoro Gelar Aksi Demo, Desak Sekdes Dicopot dari Jabatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:56 WIB

Bojonegoro Raih Peringkat Ke-2 Jamsostek Award 2026 Tingkat Provinsi Jawa Timur

Rabu, 16 September 2026 - 14:52 WIB

Dugaan Penyerobotan Lahan Waris di Desa Setren Mengemuka dalam Hearing DPRD Bojonegoro

Minggu, 13 September 2026 - 19:48 WIB

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi

Jumat, 11 September 2026 - 22:17 WIB

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro

Selasa, 8 September 2026 - 10:23 WIB

Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo

Berita Terbaru