BOJONEGORO SUARABANGSA.co.id – Suara berat nan akrab itu kembali menyapa ruang dengar warga Bojonegoro. Melalui frekuensi 95,8 MHz Radio Malowopati, Abdul Wachid atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Dul membuktikan bahwa pengabdian tidak dibatasi oleh Surat Keputusan (SK) Pensiun. Sabtu 27/12/2025.
Meski resmi purna tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekitar satu bulan yang lalu, sosok yang mengawali kariernya sebagai aktivis partai sejak tahun 1984 ini justru dipanggil kembali untuk mengisi pos lamanya.
“Dedikasi Melampaui Birokrasi
Perjalanan karier Mbah Dul tidaklah landai. Dikenal memiliki prinsip yang kuat sejak muda, beliau sempat melewati berbagai fase mutasi di lingkup Pemkab Bojonegoro. ” Ungkap Ali Sugiono.
Menurut Ali, Mulai dari Dinas Pendidikan hingga akhirnya “berlabuh” di Radio Malowopati, yang sempat dianggap sebagai tempat mutasi terakhir bagi mereka yang kritis.
Namun, di balik mikrofon radio milik pemerintah daerah inilah, Mbah Dul menemukan jati dirinya sebagai penyambung lidah masyarakat, terutama melalui program “Cakrawala pagi”, dimana program yang di gemari masyarakat desa yang menyampaikan aspirasi ke pemerintah kabupaten Bojonegoro, layanan apapun di sampaikan oleh Mbah Dul.
“Dulu Kadang di Diknas, kadang di Malowopati mas. Tapi ini saya dipanggil lagi mengisi di sini (red:malowopati), Kemarin sempat off karena proses pensiun,” ujar Mbah Dul saat ditemui di sela siaran peogram Cakrawala Pagi, Sabtu (27/12/2025). Saat di konfirmasi awak media.
Mengapa Sosoknya Tak Tergantikan?
Kembalinya Mbah Dul ke meja siaran memberikan pelajaran penting bagi generasi muda ASN dan pegiat komunikasi,
Meskipun statusnya sudah purna tugas, keahlian komunikasi dan kedekatan emosional dengan pendengar membuatnya tetap dibutuhkan.
Jiwa aktivis yang dibawanya sejak 1984 membentuk karakter siaran yang berbobot, berani, namun tetap santun dan edukatif.
Melalui program Cakrawala pagi, beliau konsisten memberikan wawasan praktis bagi petani Bojonegoro, layanan aduan masyarakat yang dikirim lewat WA radio malowopati, hal ini mengubah stigma bahwa radio pemerintah bukan hanya sekadar corong birokrasi.
Bagi para pendengar setia Malowopati FM, kehadiran kembali Mbah Dul adalah pengobat rindu.
Di masa pensiunnya, beliau memilih untuk tetap produktif memberikan edukasi, membuktikan bahwa semangat melayani masyarakat adalah panggilan jiwa, bukan sekadar kewajiban kantor.
Kisah Abdul Wachid alias Mbah Dul adalah pengingat bagi kita semua, Di mana pun kita ditempatkan, selama kita memberikan manfaat, cahaya itu akan tetap bersinar.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















