BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Keamanan infrastruktur jalan raya merupakan elemen vital dalam perlindungan nyawa warga. Menanggapi maraknya insiden kecelakaan yang dipicu oleh pemasangan portal jalan yang kurang tepat di kawasan Universitas Bojonegoro (Unigoro), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil tindakan tegas melalui pembongkaran portal tersebut pada Selasa, 23 Desember 2025. Bojonegoro Provinsi Jawa timur.
Langkah ini menjadi preseden edukatif mengenai bagaimana sebuah kebijakan publik harus terus dievaluasi, demi kepentingan keselamatan yang lebih besar.
Pentingnya Infrastruktur yang Inklusif
Secara teknis, keberadaan portal yang menjadi pembatas kaku sering kali menjadi hambatan fisik yang membahayakan, terutama di area dengan mobilitas tinggi seperti lingkungan kampus.
Keputusan pembongkaran ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan upaya edukatif untuk,
Meningkatkan Standar Keselamatan: Menghilangkan risiko benturan kendaraan dengan struktur permanen yang sempit di bahu jalan.
Mendorong Konektivitas Antar-Wilayah, Memastikan akses transportasi publik, seperti Bus Simas Ganteng dari Tuban, dapat melintas tanpa kendala fisik demi menunjang sektor pendidikan dan wisata.
Memperlancar Roda Ekonomi, Menghilangkan sekat-sekat yang menghambat distribusi logistik dan ekonomi kerakyatan antara masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya.
Demokrasi yang Bekerja,Jalur Aspirasi ke Eksekusi.
Peristiwa ini juga memberikan pelajaran berharga tentang fungsi lembaga politik sebagai jembatan aspirasi. Keluhan warga yang masuk melalui “Rumah Aspirasi DPD Golkar Bojonegoro” bekerja dan berjalan sesuai ritme.
Ketua DPD Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menekankan bahwa respon cepat Bupati Setyo Wahono menunjukkan bahwa pemerintah saat ini sangat aspiratif terhadap kebutuhan rakyat kecil.
“Suara Rakyat adalah Suara Golkar,” ujarnya, menegaskan bahwa kebijakan publik yang baik adalah kebijakan yang mendengar dan segera memperbaiki kekeliruan di lapangan.
Berdasarkan pantauan di Jalan Raya Mulyo Agung, Kalirejo, petugas terlihat sedang meratakan material jalan di titik bekas portal tersebut untuk memastikan permukaan jalan kembali aman dilalui kendaraan.
“Hal ini mengedukasi masyarakat, bahwa pembangunan infrastruktur haruslah dinamis dan mengutamakan azas manfaat serta keamanan pengguna jalan,” pungkasnya.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















