BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro Laporkan Oknum Pencatut Nama Organisasi ke Polisi
PWI Bojonegoro, melaporkan oknum yang mencatut nama dan foto PWI untuk meminta uang kepada kepala desa di Bojonegoro.
Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, bersama jajaran dan anggota PWI Bojonegoro langsung hadir ke Resort polres Bojonegoro langsung ke ruangan Satreskrim Polres Bojonegoro, Rabu (17/12/2025).
Sasmito bersama pengurus PWI Bojonegoro menyerahkan bukti-bukti, termasuk tangkapan layar percakapan, foto kartu identitas pers, kuitansi, dan foto kegiatan PWI.
Hal tersebut dilakukan Untuk melindungi nama baik organisasi dan mencegah korban lebih banyak. Sasmito menegaskan PWI tidak akan mentolerir penyalahgunaan nama organisasi untuk kepentingan pribadi.
“Ini bukan hanya soal nama PWI, tetapi juga soal menjaga marwah profesi wartawan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa PWI tidak pernah melakukan praktik-praktik seperti itu,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh PWI Bojonegoro, beberapa desa di wilayah Kabupaten Bojonegoro telah menjadi korban, di antaranya Desa Tondomulo, Desa Panjang, dan Desa Kedungadem.
Oknum tersebut meminta uang dengan nominal bervariasi dari Rp1.500.000 hingga Rp1.600.000 dengan alasan untuk kegiatan akhir tahun.
Bahkan dalam Pesan Wathsapp yang dikirim ke Kades-kades di wilayah Kedungadem dan lainnya juga mencatut foto-foto kegiatan PWI baik PWI Jatim maupun PWI Tuban, dan hal tersebut juga sempat membuat Ketua PWI Tuban Suwandi berang dan tersinggung karena fotonya dicatut.
Imbuhnya, PWI Bojonegoro mengajak kepala desa atau pihak lain yang dirugikan untuk melapor ke polisi. Atau bisa Konfirmasi langsung ke pengurus resmi PWI jika ragu-ragu.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















