BANYUWANGI, SUARABANGSA.co.id –Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (KOHATI) Suarakan anti kekerasan terhadap perempuan melalui diskusi publik dengan tema Mengurai Akar Kekerasan terhadap Perempuan Perspektif Sosial, Hukum, dan Ekonomi di Aula Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Minggu (14/12/12) kemarin.
Acara itu dihadiri beberapa tokoh perempuan seperti Fitriatul Masruroh, S.Psi, M.Psi. Psikolog,Nikmatul Keumala Nofa Yuwono, S.H.,M.H, dan Rachmawati.
Nova Rosytha Ketua Kohati Cabang Banyuwangi kepada media mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud keterlibatan langsung KOHATI sebagai badan otonom organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang fokus terhadap isu anak dan perempuan.
“Ini sebagai bentuk keterlibatan kami (KOHATI) yang fokus pada isu-isu kekerasan terhadap anak dan perempuan,” katanya.
Ia juga menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran publik, mendorong advokasi, serta memperkuat aksi nyata untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan.
“Lanjutnya, Kohati siap menjadi ruang aduan dan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual,” ujar Nova.
Di momen itu Nova mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani menolak dan melaporkan segala bentuk kekerasan yang kerap kali dinormalisasi dan dianggap aib.
“Ayo harus berani melawan,menolak,dan melaporkan segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap anak dan perempuan, jangan sampai ada pembiaran, itu bukan aib. agar kekerasan tidak terjadi ulang,” ajaknya.
Penulis : Wimbo
Editor : Putri

















