Tutup KKN Unibraw, Wabup Bojonegoro: Bangga akan Prestasi Generasi Muda

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Hadiri penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Yang diselenggarakan di Gedung Olah Raga(GOR) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (30/07/2025).

KKN Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di Kabupaten Bojonegoro, dilaksanakan Mulai Tanggal 2-30 Juli 2025, Dan diikuti 604 mahasiswa, Yang dibagi Dalam 40 kelompok, yang tersebar di Sejumlah Desa di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam implementasinya, para mahasiswa ikut berpartisipasi Dalam upaya menyukseskan Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) Dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Hadir Dalam Kegiatan tersebut Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang Prof Muhammad Halim Natsir, SPt, MP,IPM ASEAN Eng; Dosen Pembimbing KKN Dr Eko Nugroho, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, perwakilan OPD, Camat Tambakrejo, Ngambon, Ngasem, dan Camat Gayam, 40 Kepala Desa, dan tamu undangan, serta mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya yang melaksanakan KKN di Kabupaten Bojonegoro.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang, Prof Muhammad Halim, mengawali sambutannya menyampaikan bahwa dari komunikasi dengan para mahasiswa, rata-rata merasa tidak tega untuk meninggalkan Bojonegoro, karena sudah bahagia, beradaptasi dengan masyarakat dan lingkungan desa.

Baca Juga:  Begini cara IKSPI Kera sakti Ranting Kalitidu Berbagi pada Warga

“Sepertinya tidak tega mau pulang, Katanya ada yang sudah kecantol Dengan bunga Desa,” tutur Prof Muhammad Halim.

Lebih lanjut Prof Muhammad Halim menyampaikan Bahwa mewakili Fakultas Peternakan, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Dari Pemkab Bojonegoro Dan seluruh Masyarakat Bojonegoro, Untuk menjadikan anak-anak melatih dirinya, melatih leadership-nya, melatih komunikasinya, Dan juga melatih Bagaimana berhubungan Dengan Masyarakat, baik Yang lebih muda, atau umurnya yang hampir sama, atau dengan yang lebih tua.

Tak lupa Prof Muhammad Halim juga memohon Maaf, manakala ada perilaku mahasiswanya Yang Mungkin tidak berkenan di desanya masing-masing, karena jiwa mudanya kadang-kadang sulit dikendalikan.

“Termasuk terima kasih juga atas bantuannya ketika ada mahasiswa kami yang mengalami kecelakaan, akhirnya segera di bawa ke Puskesmas hingga ke Rumah Sakit,” terangnya.

Di akhir sambutannya Prof Muhammad Halim mengucap syukur Karena Dari Beberapa teknologi tepat guna (TTG), ada yang sudah diimplementasikan, Tapi ada juga ada yang belum.

“Sekali lagi terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yang telah menerima anak-anak kami sebanyak 604 mahasiswa bisa melaksanakan KKN di Bojonegoro,” kata Prof Muhammad Halim.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam sambutannya menyampaikan Bahwa dari Kecamatan Tambakrejo ini ada sosok Yang berhasil, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Menko PMK) Pratikno.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Bersama PERGUNU Lakukan Rembuk Pendidikan

“Jika ingin berhasil, maka apa yang dilakukan oleh Bapak Pratikno jadikanlah napak tilas, Karena semangatnya Sehingga Jadilah orang berhasil,” tutur Wabup Nurul Azizah.

Wakil Bupati juga menyampaikan Bahwa Selain Pratikno, ada sosok lain dari Bojonegoro yang berhasil, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq Dan Yang Kita banggakan pucuk pimpinan Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo Dan, yang juga Dari Bojonegoro.

“Maka anak-anak KKN di sini, mudah-mudahan semuanya sukses. Karena sukses itu tidak akan datang secara tiba-tiba. Sukses itu adalah berproses. Tidak ada yang namanya duduk diam tiba-tiba jadi sukses. Maka Untuk menjadi sukses Harus semangat,” tutur Wabup Nurul Azizah.

Atas nama Pemkab Bojonegoro, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa Universitas Brawijaya yang telah melaksanakan KKN secara tematik dan telah memberikan kontribusi yang nyata untuk Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Bupati juga Berharap agar saat Dalam perjalanan pulang menuju Malang, semua nya di berikan keselamatan sampai ke tempat tujuan.

Baca Juga:  Ketahuan Pesta, Dua Warga Kecamatan Bluto Diringkus Polres Sumenep

Nurul mengungkapkan, Bahwa Saat ini masih ada 147.330 Jiwa atau 54 ribu kepala keluarga (KK) di Kabupaten Bojonegoro Yang masuk dalam daftar Warga Miskin.

Maka dengan bertahap diberikan bantuan melalui program Gayatri, kemudian juga program domba kesejahteraan, dan lele dalam terpal,

“Ini mudah-mudahan bisa memberikan pendapatan bagi warga miskin. Dan pendapatan ini akan menjadi sumber kehidupannya, sehingga yang saat ini masuk warga miskin meningkat dan menjadi warga tidak miskin,” kata Wakil Bupati.

Atas nama Bupati, Nurul menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan bapak ibu dosen, yang sudah berkenan KKN di Bojonegoro, dan memberikan pelajaran penting dalam program mengentaskan kemiskinan melalui program Gayatri.

“Gayatri ini telah menjadi inovasi, dan anak-anak sekalian telah membantu. Karena dengan program Gayatri ini diharapkan secara bertahap dapat mengentaskan kemiskinan,” kata Wakil Bupati.

Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati memberikan kenang-kenangan kepada Perwakilan dekan dan mahasiswa berupa udeng obor Sewu, Wabup Menjelaskan udeng dan slendang obor sewu merupakan ciri khas Dari Bojonegoro, obor Sewu mempunyai arti Sebagai penerang Dalam kehidupan. Dilanjutkan pemberian piala kepada 11 kelompok terbaik Bidang teknologi tepat guna.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro
Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen
Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025
HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok
Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang
Warga Pamekasan Ini Butuh Uluran Tangan, Hidup Dalam Keterbatasan
Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak
KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 19:47 WIB

Lampu Sorot di Balik Panggung Konser: Menyoal Transparansi Dana Sponsor dan CSR BPR Bank Daerah Bojonegoro

Selasa, 28 April 2026 - 12:11 WIB

Sengketa TKD Desa Belun Temui Jalan Buntu: Camat Temayang Bungkam, Dinas PMD Sebut Tak Bisa Bergerak Tanpa Dokumen

Senin, 27 April 2026 - 17:58 WIB

Wujudkan Asta Cita Melalui Otoda, Pemkab Bojonegoro Raih Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik 2025

Minggu, 26 April 2026 - 11:45 WIB

HUT BPR Bojonegoro Ke-30 Menuai Sorotan: Diduga Tabrak Perda KTR dan Regulasi Sponsor Rokok

Sabtu, 25 April 2026 - 20:11 WIB

Aset Desa Berubah Jadi Milik Pribadi Ahli Waris Pemdes Sebelumnya, Program Koperasi Merah Putih Terancam Layu Sebelum Berkembang

Jumat, 24 April 2026 - 19:59 WIB

Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

Jumat, 24 April 2026 - 08:15 WIB

KDMP di Desa Belun Bojonegoro terganjal dengan SHGB dan SHM, desa Belun terancam tidak punya KDMP

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Polemik Konser 3 Dekade BPR Bojonegoro: Antara Isu Anggaran Rp1,1 Miliar, Penjualan Tiket, dan Transparansi Aset Daerah

Berita Terbaru