Bupati Bojonegoro Ingatkan OPD Tak Saling Lempar Tanggung Jawab

- Admin

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id –Bupati Bojonegoro Setyo Wahono makin gerah dengan Sikap dan pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) Bojonegoro, sampai tingkat Kecamatan dan Desa, Ungahan tersebut Viral di SosmedNya Bupati Bojonegoro.

Dalam cuplikan Video tersebut, Bupati mengatakan Tahun 2025 tinggal menyisakan lima bulan.

Dalam periode yang semakin sempit ini, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, memberikan penegasan kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga Kepala Desa, untuk mempercepat progres pembangunan di Daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi internal bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) dan seluruh jajaran OPD. Dalam forum itu, Bupati secara terbuka menyatakan bahwa dirinya masih memberikan ruang toleransi di tahun 2025, namun tidak lagi pada tahun berikutnya (Red: 2026).

“Waktu tinggal lima bulan, kita ingin yang terbaik untuk rakyat. Di tahun 2025 ini saya masih bisa maklum, tetapi untuk tahun depan 2026 saya sudah tidak bisa memaklumi lagi,” tegasnya dalam sebuah video yang telah beredar luas.

Baca Juga:  Walikota Padang Sidempuan Hadiri Pelantikan PPK Pemilu 2024

Peringatan ini bukan tanpa dasar, di tengah berbagai harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan, sejumlah persoalan yang mencuat ke publik, seperti polemik pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) tanpa izin, telah menimbulkan kesan kurangnya koordinasi dan sikap saling menghindar di antara institusi terkait, hal tersebut bukan hanya di pelayanan itu saja, dan beberapa OPD lain masih engan berkomentar terkait pelayanan, dan juga di instansi lain masih terjadi saling mengunci dan saling melempar persoalan.

Fenomena dibalik “saling lempar” tanggung jawab di lingkup OPD bukan hanya menghambat jalannya program, serta transparansi informasi, namun juga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Dalam konteks tersebut, teguran Bupati sejatinya merupakan panggilan untuk memperbaiki pola kerja yang selama ini masih terkesan sektoral, tertutup, dan lamban dalam merespons tantangan.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Bantu Dua Nenek yang Hidup Memprihatinkan

“Jangan rumit, sebab saya orangnya terbuka, kebiasaan lambat atau ruwet itu tidak baik,” ujar Setyo Wahono dengan nada tegas namun terbuka.

Imbuh Bupati, juga meminta para camat agar mengambil peran lebih aktif dalam proses penyusunan anggaran dan pelaksanaan Musrenbang, terutama dalam mengawal perencanaan dari tingkat desa.

“Jangan sampai lepas tanggung jawab terhadap desa. Apabila nanti membutuhkan anggaran, akan kita sediakan,” katanya.

Kejadian hal tersebut disikapi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC)Projo Bojonegoro, lewat Sekertaris Sugeng Handoyo Sakti mengungkapkan apa yang terjadi saat ini.

Tingkat OPD dan SKPD sampai tingkat kecamatan, Serta desa sudah saat nya menyelaraskan gerakan dan percepatan Pembangunan, Pilkada, Pilpres dan Pileg sudah selesai, sudah saat nya melakukan kerja-kerja nyata, bukan lagi tebar pesona.

“Dari kepala desa sampai tingkat OPD dan SKPD sudah saat nya melakukan kerja-kerja taktis kebutuhan Rakyat, bukan lagi kerja-kerja tebar pesona,bukan lagi kumpul-kumpul dan foto-foto, seperti kampanye kala itu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Jaga Harmoni Seni dan Budaya, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif

Lanjutnya, Peringatan dari Mas Bupati ini semestinya menjadi refleksi bersama, khususnya bagi OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Dalam sisa waktu lima bulan di tahun ini, diperlukan semangat kolaborasi dan kesediaan untuk menanggalkan ego sektoral demi memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan.

Tambahnya, Masyarakat tentu tak ingin mendengar dalih atau saling tuding, melainkan menginginkan kehadiran pemerintah yang bekerja, tanggap, dan menyatu dalam tujuan, dan berbasis transparansi Anggaran.

Dan budaya saling lempar dan tidak bertanggung jawab tersebut menyebabkan kurang nya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menyebabkan unsur-unsur Koruptif.

“Dalam lima bulan tersisa di 2025, OPD di Kabupaten Bojonegoro diharapkan tidak lagi berkutat pada pembelaan diri dan justifikasi, melainkan fokus pada kerja nyata. Apapun bentuknya, rakyat menuntut hasil, bukan alasan,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Wakil Bupati Bojonegoro: Kurangi Pengangguran, Semua Pelatihan OPD Wajib Rekrut Peserta dari Pemegang Kartu AK-1
Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Bojonegoro Kick-Off Pasar Murah di Tanjungharjo, Ada Beras Murah hingga Telur KPM Gayatri
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:37 WIB

Acara Ulang Tahun BPR Bojonegoro, mulai jadi Rasan-Rasan Gens Z

Rabu, 22 April 2026 - 17:39 WIB

SHGB Dipersoalkan Desa, Ahli waris Wadul ke DPRD Bojonegoro

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Senin, 13 April 2026 - 02:57 WIB

PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Berita Terbaru