Hadiri Penutupan Wastra Batik Festival, Bupati Bojonegoro Ajak Masyarakat Lestarikan Batik

- Admin

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Wastra Batik Festival (BWBF) 2025 Yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juni 2025 akhirnya resmi ditutup oleh Bupati Bojonegoro, Minggu 22/6/2025 Malam

WBF 2025 Ditutup oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang didampingi Cantika Wahono yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta Lasuri dari Komisi B Dewan perwakilan Rakyat Daerah, dan beberapa OPD dan SKPD Bojonegoro,

Dalam acara yang dihadiri ribuan Warga Bojonegoro itu, nampak juga Hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 Andik Sudjarwo bersama Jajaran Setda, Welly Fritama, SSTP selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga hadir, dan beberapa perwakilan Dekranasda dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tahun ini, tercatat sebanyak Kurang lebih 105 stand perwakilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai Kabupaten/Kota Se-Jatim, Jateng dan Jabar turut hadir meramaikan dan mengenalkan ciri khas batik daerahnya masing-masing.

Kegiatan yang diselenggarakan Oleh Dekranasda Nasional dan Daerah tersebut menjadi kesempatan antar pengrajin batik untuk saling bersilaturahmi dan bertukar informasi terkait perkembangan batik di era sekarang.

Baca Juga:  Soal Tuduhan Otoriter Prabowo dan Gibran, Ini Kata Ketua Projo Bojonegoro

Uswatun Hasanah salah satu perwakilan UMKM yang ikut membuka stand dari Kabupaten Tuban, turut memberikan testimoni terkait festival ini, dengan ada nya Pameran tersebut sebagai ajang promosi dan meningkatkan taraf ekonomi dan penjualan para UMKM.

“Saya sudah sering mengikuti pameran seperti ini di derah, tingkat nasional, bahkan internasional, tapi menurut saya pameran ini sungguh luar biasa. Sangat bagus baik dalam penyelenggaraannya hingga antusiasme masyarakatnya. Saya dan beberapa pemilik stand merasakan sekali kehabisan stok sampai harus beberapa kali mengambil stok di rumah agar tetap bisa memenuhi permintaan pembeli. Jadi, saya harap bapak Bupati agar dapat terus mengadakan acara seperti ini kedepannya dengan lebih baik lagi,” harapnya.

Dalam sambutan Welly Fritama, SSTP selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melaporkan Selama empat hari berjalannya pameran, total penjualan mencapai Rp1,3 Milyar.

Menurut mantan kepala Dinas Tenaga kerja tersebut menjelaskan, selama empat hari masyarakat menyambut baik dengan ada nya Pameran tersebut,animo yang baik ini bisa menjadi ajang pameran Budaya dan kerajinan.

Pameran Kebudayaan seperti ini Masyarakat diingatkan Kembali akan kekayaan budaya yang dimiliki setiap Daerah. Serta tentunya sebagai media pembelajaran kepada generasi penerus bahwa kebudayaan akan selalu beriringan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Kasal dan Kakor Sabhara Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Pekerja Pelabuhan Tanjung Perak

“Pameran ini telah menjadi ajang untuk mempromosikan batik kepada masyarakat luas, memperlihatkan keindahan motif dan teknik pembuatan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sebagaimana dalam pertunjukan-pertunjukan yang ditampilkan selama gelaran BWBF 2025, kontes desainer yang bertajuk Lomba Fashion Show Batik Evening Gown digelar sebagai upaya menunjukan bahwa batik adalah karya yang dinamis.

Kemudian Grand Final Kange-Yune Bojonegoro 2025 yang turut diselenggarkan pada hari ketiga BWBF 2025, diharapkan mampu menjadi Duta Wisata Kabupaten Bojonegoro yang mampu membawa potensi Daerah bersaing dengan berbagai Daerah.

“Dan juga, pameran ini merupakan wujud apresiasi kita terhadap keindahan, keanekaragaman dan kekayaan batik indonesia, terutama batik Bojonegoro yang merupakan warisan budaya tak ternilai serta dalam rangka meningkatkan ekonomi para pengrajin batik khususnya,” jelasnya.

Setyo Wahono selaku Bupati Bojonegoro menyampaikan sambutan dan mengajak seluruh Masyarakat untuk mencintai dan melestarikan batik.

Dan ucapan terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh pihak dan Masyarakat atas terselenggaranya acara BWBF 2025 di Bojonegoro, Bupati yang merakyat tersebut juga berharap Semoga Batik Indonesia selalu dikenal dikancah Dunia dan menjadi kebanggaan serta identitas bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Tahun 2021 Ada 8 Desa di Bojonegoro Tidak Bayar PBB, 2022 ada 7 Desa Juga Belum Lunas

“Dengan berakhirnya pameran ini, semoga semangat melestarikan dan mengembangkan batik terus berkobar. Mari kita terus menjaga keberadaan batik sebagai warisan budaya yang berharga. Dan Semoga batik Bojonegoro semakin dikenal dan diapresiasi oleh semua kalangan sehingga dapat menjadi simbol identitas kabupaten bojonegoro yang kuat,” terang Setyo Wahono Bupati Bojonegoro.

Pemkab Bojonegoro dalam closing acara BWBF 2025 juga mengapresiasi para UMKM dengan beberapa hadiah, dari penilaian Stand terbaik sampai Penjualan UMKM terbaik.

Salah satunya stand dengan jumlah pembelian terbanyak selama pameran, yang dalam hal ini diraih oleh Kabupaten Sidoarjo sebagai Juara Favorit.

Sementara itu, Juara 1 Stand Terbaik diraih oleh Kabupaten Jember, Juara 2 diraih oleh Kota Surakarta, dan Juara 3 diraih oleh Dekranasda Provinsi Jawa Timur.

Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan dapat mendorong semangat para perajin batik untuk terus memperkenalkan karya batik dari berbagai daerahnya agar lebih dikenal baik di kancah regional, nasional, hingga Internasional.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Perkuat Peran Perempuan dan Ketangguhan Sosial, Momentum Hari Kartini dan HUT Damkar Jadi Refleksi Pengabdian
Perkuat Ekonomi Lokal, 57 Desa di Bojonegoro Terima Armada Operasional Koperasi Desa Merah Putih
Instruksi Presiden, Bupati Bojonegoro Keluarkan Surat Edaran Kebijakan Efisiensi Anggaran
Bupati Bojonegoro Terima Rekomendasi LKPJ 2025: Janji Segera Tindak Lanjut Demi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Setyo Wahono Minta Dukungan Pusat di Hadapan Menteri Hanif Faisol: Malu Jika Bojonegoro Tanpa Adipura
Dua Ratus Pengayuh Becak di Bojonegoro Dapat Berkah dari Presiden Prabowo
Wakil Bupati Bojonegoro: Kurangi Pengangguran, Semua Pelatihan OPD Wajib Rekrut Peserta dari Pemegang Kartu AK-1
Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Bojonegoro Kick-Off Pasar Murah di Tanjungharjo, Ada Beras Murah hingga Telur KPM Gayatri

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB