Memasuki Panen Raya, Harga Gabah di Bojonegoro Tidak Menentu

- Admin

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Memasuki panen Raya di bulan April ini, harga gabah di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur tidak menentu.

Dari harga 6400 rupiah sampai titik terendah 5100 rupiah dan hal tersebut sangat tidak mengindahkan ketentuan Pemerintah Harga Setandart, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berlaku di Bulog sejak 15 Januari 2025 adalah Rp6.500 per kilogram. Bojonegoro 9/4/2025 Provinsi Jawa Timur.

Dari Penelusuran Awak media SUARABANGSA.co.id dari bulan Januari-Maret petani di Sukosewu merasakan harga gabah panen tembus 6400 lepas kombi saat pemerintah mengumumkan Harga Pembelian dan penyerapan gabah di 6500 rupiah.

Dari bulan Januari sampai maret, harga gabah Turun HPP 6500 turun 6400 sampai 5800, di bulan April mulai kritis tinggal 5100 rupiah.

Di bulan Maret panen raya pertama menjelang lebaran saat bulan puasa harga gabah mulai turun drastis saat terdengar isu kabar Perum Bulog Bojonegoro tidak mengambil Gabah dari petani (Red: Penyerapan), dan awak media mencoba menelusuri Isu Bulog tidak menyerap gabah, namun beberapa tengkulak bungkam engan berkomentar.

Baca Juga:  Tablet Murah Oppo Pad, Hadir Dengan Ram 8 GB

“Harga gabah disini saat ini 5800 rupiah, isunya sih Bulog sudah tidak menyerap gabah,” terang petani Sembung yang mewanti wanti engan disebutkan namanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Pungpungan Selamet Hari Hadi, pembelian gabah di desanya saat ini tembus di 5300 rupiah, namun lelaki yang akrab dipangil Hari menjelaskan saat panen yang pertama dulu (red: panen pertama), saat itu Bulog masih menyerap hasil panen petani, Bulog menyerap di petani harga gabah 6500 rupiah dan diambil oleh bulog sendiri.

Baca Juga:  Tak Berfungsi, Pangkalan Pendaratan Ikan di Camplong Sampang Jadi Mubazir

“Kemarin Petani binaan Bumdes Pumpungan, saat kita kordinasi bulog dengan harga gabah masih 6500 rupiah, hasil panen tersebut sudah di pinggir jalan, transport dan akomodasi di tanggung oleh Bulog, kalau panen kali ini karena tempat nya jauh dan medannya terjal, serta sulit, dan saat ini di beli oleh pedagang lokal harganya variatif, ada yang 5800 rupiah ada yang 5300 rupiah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sunaryo Abu Main, Hasil panen nya di bawa pulang saja, karena oleh pedagang di beli diharga 5100 rupiah, karena ongkos tidak seimbang dengan harga jual, hasil panen di bawa pulang saja, di jemur sendiri dan di proses sendiri.

“Sampaikan menteri gabah saya di tawar tengkulak 5.100, gak boleh tak jemur sendiri tidak nyucuk biaya di lapangan, tidak ada petugas pengawasan harga gabah, petani butuh berapapun hargane di jual,” komentarnya di Group diskusi LPK Rajekwesi.

Baca Juga:  Soal Pemekaran Dapil, KPU Bojonegoro: Kita Tunggu Keputusan KPU

Hal yang sama juga disampaikan oleh Agung, bahwa Bulog tidak komitmen dalam penyerapan hasil panen petani Bojonegoro. Saat dikonfirmasi ternyata tidak realisasi, ditelpon hanya janji-janji saja.

“D bel nggur janji thok realisasi mbel gedhes (Red: Di bel hanya janji saja tidak ada realisasi mbel gedhes),” ungkapnya.

Dari penelusuran awak media SUARABANGSA.co.id dilapangan, pada bulan maret para tengkulak dengan membawa kombi bertransaksi dengan petani dengan Isu Bulog akhir bulan maret tidak menyerap gabah, harga pun fariativ dari 5800 rupiah sampai 5300 rupiah sesuai jenis Kadar air gabah serta usia gabah, beberapa tengkulak untuk dimintai keterangan engan berkomentar.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Bupati Bojonegoro Sentil Bea Cukai, Terkait Rokok Ilegal
Niat Mengais Rezeki di Area CFD Alun-Alun Bojonegoro, Lapak PKL Terlibat Kericuhan Dengan Petugas
54 Tahun Bluebird Tumbuh Bersama Indonesia, Kelola Layanan Mobilitas di 22 Kota
Tak Sekadar Pameran Otomotif, IIMS Surabaya 2026 Hadirkan Sport Entertainment
Harapan Ketua DPRD Bojonegoro terkait KDMP yang Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto
Koperasi Desa Merah Putih di 85 titik di Bojonegorodari 396 Titik Diresmikan
Taro Ramaikan Kampung Ramadan di Jombang, Ajak Keluarga Berpetualang dalam Kebaikan
Balik Jengger Ayam GAYATRI: Harapan dan Kecemasan Suraji di Tanjungharjo Bojonegoro
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:02 WIB

Dalam Sosialisasi UU KUHAP Baru Bagi PPNS, Kapolres Berharap, Penyidik harus Menjalankan Tugas Dengan Profesional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:47 WIB

PK PMII INKADHA Pertanyakan Transparansi Pengadaan Lahan Markas Batalyon di Parsanga Sumenep

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:47 WIB

Menguak Gurita Masalah BPR Bojonegoro, Di Balik Konser Band Ungu dan Akhir Jabatan Direktur Utama

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:51 WIB

Dua Pengusaha asal Kalitidu Bojonegoro Berkorban Puluhan Sapi

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:58 WIB

IIMS Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Disperindag Jatim Sebut Jadi Simbol Kemajuan Industri Otomotif

Senin, 25 Mei 2026 - 17:36 WIB

Gubernur Jatim dan Bupati Setyo Wahono Kompak Layani Swafoto Ribuan Buruh di Dander

Senin, 25 Mei 2026 - 15:50 WIB

Kunjungi Bojonegoro, Gubernur Jatim Serahkan BLT DBHCHT Buruh Rokok dan Resmikan Masjid Nur Khofifah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:14 WIB

Diisukan Masalah Ijazah, Anggota DPRD Bojonegoro SP Siap Laporkan Balik Pihak Pelapor jika Tak Terbukti

Berita Terbaru