Tak Berfungsi, Pangkalan Pendaratan Ikan di Camplong Sampang Jadi Mubazir

- Admin

Selasa, 2 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang ada di wilayah Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang dibangun dengan anggaran puluhan miliaran rupiah, kini justru mubazir karena tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Informasi yang diperoleh suarabangsa.co.id, pelabuhan perikanan tersebut tidak bisa dioperasionalkan akibat pendangkalan, sarana dan prasarana juga tidak mendukung.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, PPI tersebut sudah diserahkan kepada provinsi sejak tahun 2017. Jadi, dalam pengelolaan sepenuhnya adalah milik pemerintah provinsi.

“Itu semua punya provinsi, kita hanya mengambil jasa timbangnya saja, ikan apa yang masuk itu nanti kita yang timbang dan retribusinya masuk ke daerah. Tetapi kalau parkir kapal dan sebagainya itu masuk ranah provinsi,” ucapnya, Selasa (02/03/2021).

Baca Juga:  Bidan Desa Jarang di Tempat, Kepala TU Puskesmas Camplong: Mereka Tidak Harus 24 Jam

Menurut Wahyu, didalam PPI tersebut juga ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Tempat ini yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun, selama PPI belum berfungsi maka TPI juga belum bisa difungsikan.

“Karena TPI ini berada di dalam PPI selain belum bisa difungsikan dan kolam labuhnya juga masih belum bisa didarati kapal besar ini juga tidak akan berfungsi. Nanti akan dibutuhkan kerjasama antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi,” akunya.

Dijelaskannya, bahwa PPI di wilayah Camplong akan dijadikan penyangga Mayangan Probolinggo, karena di daerah tersebut sudah overload. Maka, pemerintah provinsi membutuhkan penyangganya. Dari sekian daerah yang paling pas adalah Camplong.

Baca Juga:  Ramadhan berbagi, Medco E&P Salurkan Ratusan Paket Sembako

“Jadi PPI Camplong itu nanti akan digunakan sebagai penyangganya Mayangan, dan nanti akan didarati kapal-kapal yang beratnya 100 GT. Kalau sekarang ini masih didarati kapal yang beratnya dibawah 10 GT,” paparnya.

“Karena ada pendangkalan, ini mau dikeruk atau diperbesar lagi, sehingga kapal-kapal besar nantinya bisa masuk,” timpalnya.

Wahyu menjabarkan bahwa, masterplan untuk itu sudah dibuat oleh provinsi. Rencananya tahun 2020 kemarin akan dibangun, namun berhubung dana direfocusing akibat pandemi maka dimundurkan. Bahkan, untuk tahun ini informasinya juga masih ditunda.

Baca Juga:  Kritik Menu MBG di Medsos, Wali Murid di Bojonegoro Berujung Dilaporkan SPPG

“Iya, ini kendalanya kena pandemi rencananya akan dibangun dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp 32 miliar, uangnya ditarik lagi untuk Covid-19,” tandasnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru