Ia menambahkan, untuk honor Kepala desa belum bisa memutuskan yang sesuai UMK, gaji mereka ada yang 500 ribu sampai satu juta, padahal Pekerjaannya harus standby 24 jam, karena hal tersebut belum ada dasar dan payung hukumnya yang jelas.
“Terkait Bahan bakar mesin (BBM) masih dibebankan kepada pasien sehingga hal tersebut juga bagian dari memberatkan Pasien, dan Seringnya mendapat penolakan dari pom bensin meskipun sudah barcode, meskipun plat merah namun bergerak dengan pelayan umum,” ungkapnya.
Menurut Budianto, yang paling riskan adalah keselamatan di jalan karena mobil siaga speknya adalah mobil pelayanan, dan piranti keselamatan dari sirene maupun lampu Strobo tidak ada.
“Dan terkait keselamatan jalan menjadi pertaruhan sopir driver Siaga karena tidak ada spek mobil ambulan. Karena jenisnya mobil layanan,” ucapnya.
Dari 419 Desa yang baru bergabung di paguyuban driver siaga baru 175 orang, yang lainnya mobil siaga dipegang kepala desa maupun perangkat desa.
Penulis : Takim
Editor : Putri
Halaman : 1 2

















