Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan dalam arahannya jika saat ini Pemkab Bojonegoro tengah mengharmonisasikan antara pembangunan fisik non air, fisik air dan pembangunan SDM yang menjadi satu kesatuan.
“Bojonegoro mempunyai karakteristik unik. Dimana, kita dialiri hilisasi bengawan solo. Kalau airnya kurang bisa kekeringan kalau kelebihan bisa kebanjiran dan alhamdulillah Bojonegoro sudah menyiapkan dan menunggu pinlok dari provinsi,” sambungnya.
Menurutnya, apabila Bendungan Karangnongko selesai, maka para petani akan mendapatkan hasil panen yang lebih karena kebutuhan air tercukupi.
“Saya selalu optimis ketahanan pangan di Bojonegoro bisa aman,” tambahnya.
Pihaknya telah memikirkan bagaimana kedua waduk di Bojonegoro telah diperbaiki, maka ke depan bisa koordinasi antara BBWS Bengawan Solo dan Pemerintah Kabupaten apabila sungai pacal mengalami kelebihan air, maka bisa segera dibuka.
“Jadi pemkab bisa mengambil peran dan ini bagian dari kesiap siagaan dan recovery,” ujarnya.
Lanjut ke Halaman Berikutnya
Halaman: (1) (2) (3)
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















