Tanam Mangrove dan Bibit Cemara Udang di Sampang, Gubernur Khofifah Ajak Warga Sedekah Oksigen

- Admin

Minggu, 4 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus membuktikan komitmennya untuk berkontribusi terhadap suplai Oksigen (O2) bagi dunia.

Hal tersebut dilakukan dengan memasifkan gerakan tanam pohon khususnya mangrove dengan berbagai elemen masyarakat.

Kali ini, Khofifah melakukan penanaman 5.750 bibit mangrove atau pohon bakau dan 50 bibit cemara udang yang dikemas dalam Festival Mangrove Jatim ke-2 yang di laksanakan di Politeknik Negeri Madura, Minggu (04/12/2022).

“Kita terus-menerus akan menggaungkan sedekah oksigen, ada memang di Gili Iyang itu oksigen terbaik dunia, tapi kita ingin menyiapkan support oksigen untuk dunia yang lebih luas lagi,” Kata Khofifah.

Didampingi para Bupati dan Kepala OPD Jatim, Khofifah juga melepasliarkan burung air dan kepiting sebelum menanam bibit mangrove dan cemara udang. Penanaman dilakukan di 3 lokasi area mangrove Sampang, 1 lokasi di Poltera dan 2 lokasi berbeda di Desa Taddan.

“Kita akan terus menanam di mana saja dan saya ingin mengajak kepada kita semua bahwa menghadapi climate change mari  bersama-sama cari solusi. Ayo kita melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan bumi,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan saat ini dunia tengah menghadapi perubahan iklim ekstrem yang berdampak pada pemanasan global di hampir seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, ia terus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memproduksi lebih banyak oksigen dengan cara menanam Mangrove.

“Yang kita lakukan ini jangan pernah dianggap langkah kecil, menurut saya ini adalah langkah besar. Kita bisa memulai dari mana saja dengan berapa orang dengan berapa bibit dan seterusnya. Do something how to solve the problem,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Segera Bangun Sejumlah Infrastruktur Jalan dan Pengelolaan SDA

Orang nomor satu di Jatim ini, menilai betapa pentingnya menanam Mangrove. Sebab, menurutnya banyak referensi yang menyebutkan mangrove mampu  menghasilkan oksigen 5 kali lebih tinggi daripada tanaman di darat.

“Ayo terus menanam dan pelihara kalau ditanam tidak dipelihara dia tidak bisa tumbuh dengan baik,” ajaknya.

Gubernur Perempuan pertama di Jatim ini menuturkan komitmennya untuk menanam mangrove di seluruh wilayah Jawa Timur yang memiliki garis pantai.

“Jikalau hari ini kita menanam di Sampang, saya sudah menanam dua kali di Bangkalan, kalau nanti ada titik di Pamekasan kita tanam di Pamekasan, di Sumenep juga kawan-kawan juga sudah bersiap untuk menanam di Sumenep,” tukasnya.

“Pokoknya kita bangun daya dukung alam daya dukung lingkungan kita lebih baik dan terus lebih baik lagi,” timpalnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan berupa bibit Multy Purpose Tree Species (MPTS) secara simbolis oleh Gubernur Jatim kepada sejumlah kelompok penerima bantuan.

Diantaranya yaitu Pengurus Cabang PCNU Kabupaten Sampang, PC Muslimat NU Kecamatan Camplong serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Penyerahan bibit MPTS atau tanaman produktif multiguna adalah sebagai bagian dari sedekah oksigen. Tanaman MPTS sendiri adalah tanaman kekayuan yang bersifat multiguna karena bermanfaat dari segi ekologi maupun dari segi ekonomi, serta menghasilkan komoditas kayu dan non kayu.

Baca Juga:  Diduga Asyik Bermain Ponsel Saat Nyetir, Daihatsu Ayla di Sampang Terjun ke Jurang

Sehingga petani penggarapnya bisa memanfaatkan komoditas nir kayu dari tanaman MPTS yang ditanam tanpa melakukan penebangan pohon.

Selain tanaman MPTS, Khofifah juga menyerahkan bibit mangrove kepada Ketua FPRB Sampang, kader konservasi alam, Ketua Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM), Ketua OISCA Madura, Ketua Mapala Poltera, Kepala Desa Taddan, Ketua KTH Mekar Mulya Desa Taddan dan Ketua Pokmaswas Permata Desa Taddan.

Kepada semua pihak, khususnya penerima bantuan bibit tanaman, Khofifah berpesan agar tanaman yang diperoleh harus ditanam dan dipelihara dengan baik. Karena ketika tanaman yang didapatkan ditanam tapi tidak dipelihara maka akan sia-sia.

“Kalau kita dapat tanaman kita tanam tidak kita pelihara ndak jadi sedekahnya, tapi kalau kita dapatkan tanaman apapun kita tanam kita pelihara dia tumbuh berkembang dia akan memproduksi oksigen maka sebetulnya kita sedang sedekah oksigen,” pesannya.

Mantan Kepala BKKBN RI ini mengungkapkan bahwa bersama Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu), pihaknya akan terus melakukan penanaman mangrove. Juga akan dilakukan program hilirisasi mangrove seperti untuk pewarnaan batik, memproduksi kripik, macam-macam kue, dan sirup.

“Artinya hulu hilir, dalam perjanjian kami Insya Allah Yagasu akan membantu dan mendampingi, saya rasa ini akan memberikan win win profit,” sebutnya.

Selain itu juga diserahkan hibah alat ekonomi produktif kepada sejumlah kelompok tani hutan (KTH) di Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Usai menyerahkan bantuan bibit tanaman, Khofifah berkenan meninjau booth kegiatan pengobatan gratis, edukasi anak dan kampanye pelestarian mangrove, pameran produk unggulan Kelompok Tani Hutan Mangrove dan UMKM lainnya.

Baca Juga:  Meski Dilarang, Anak-anak di Sampang Makin Marak Main Sepeda Listrik di Jalan Raya

Diakhir, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam pelaksanaan Festival Mangrove Jatim ke-2 kali ini di Sampang.

Diantaranya Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sampang, Politeknik Negeri Madura, Rumah Kebangsaan, NGO, relawan dan para pegiat lingkungan di Sampang, Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk IKA Unair dan para relawan yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim untuk terus secara kontinyu menanam mangrove,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Jumadi melaporkan Jawa Timur memiliki luas eksisting mangrove seluas 27.221 Ha dan merupakan terluas di Jawa dan Bali.

Ia menyebut kondisi kerapatan mangrove di Jawa Timur 47,26% lebat, 46,07% sedang dan 6,66% dalam kondisi jarang.

Jumadi menuturkan penanaman mangrove di Sampang ini diharapakan akan mampu mentriger daerah-daerah di Jawa Timur yang memiliki kerapatan mangrove jarang sampai sedang.

Tak hanya itu, ia berharap mangrove yang ditanam akan menumbuhkan habitat mangrove yang sehat dengan berbagai fauna yang hidup didalamnya.

“Syarat utama untuk kita tumbuh kembangkan habitat ini kan kita bisa kelola menjadi kawasan ekosistem esensial, seperti tadi pelepasliaran burung pecuk-padi hitam yang sesuai dengan habitat mangrove adalah untuk memadatkan ekosistem, jadi ada vegetasinya, ada faunanya, kalau sudah lengkap kita bentuk kawasan ekosistem esensial,” katanya.

Berita Terkait

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan
Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal
Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP
Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB