Seorang Perempuan di Batuputih Sumenep Mengaku jadi korban Penganiayaan

Korban JH (39) warga Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep menunjukkan luka lebam di wajahnya akibat dianiaya pria berinisial MD.

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Seorang perempuan berinisial JH (39) di Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep diduga jadi korban penganiayaan.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam di bagian wajah usai dipukul pelaku di tengah jalan yang tak jauh dari rumahnya.

Insiden penganiayaan tersebut terjadi di jalan Desa Sergang, tepatnya di Dusun Gunung Timur, Selasa, 30 Agustus 2022 pagi.

Sejumlah saksi melihat kejadian tersebut, termasuk adik perempuan dan ibu korban.

Antara MD dan JH saling bertetangga. Rumah keduanya hanya berjarak puluhan meter.

Berdasarkan keterangan korban, Selasa pagi, ketika baru bangun tidur, dia mengetahui sang adik yang kebetulan menginap dan tidur sekamar tidak ada di sampingnya.

Tak lama, korban mengetahui adiknya pergi ke rumah tetangga bernama Aziz. Sehingga, korban menyuruh adik iparnya menyusul untuk menjemput sang adik ke rumah Aziz.

Baca Juga:  Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Sampang Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Karena tak kunjung pulang, sementara ponakannya (anak sang adik, red) yang masih bayi menangis, korban berinisiatif menyusul adik dan iparnya ke rumah Aziz.

Sesampainya di rumah tetangganya itu, ternyata korban menemukan adiknya sedang cekcok mulut dengan pria berinsial MD. Kemudian korban mengajak sang adik pulang.

“Sampai di rumah tetangga, saya mengajak adik pulang dan tidak meladeni MD,” kata korban JH saat ditemui di rumahnya, Rabu (31/08/2022).

Korban bersama adik dan iparnya pun langsung pulang. Namun, MD malah membuntuti mereka sambil marah-marah.

Sampai di tengah jalan, korban yang kala itu menggendong anak adiknya menyerahkan sang ponakan kepada si adik.

Baca Juga:  Uang 110 Juta Milik Warga Sumenep Hangus Terbakar

Ketika itu pula, MD tiba-tiba menjambak rambut korban dan menghujami bagian wajah korban dengan pukulan secara bertubi-tubi.

“Korban memukuli muka saya sambil berkata bahwa saya yang menyebabkan dia cerai dengan istrinya, padahal saya tidak pernah tahu akan permasalahan itu,” cerita JH.

Penganiayaan itu disaksikan sejumlah orang. Selain adik, adik ipar dan ibu korban, juga ada dua tetangganya yang ikut melihat.

Bahkan, salah seorang saksi bernama Son melerai pelaku agar tidak memukul korban.

“Setelah itu saya pulang dalam kondisi pusing dan sampai di rumah menelepon Kepala Dusun, kemudian dilanjutkan lapor ke Kepala Desa minta petunjuk untuk lapor polisi,” tutur JH didampingi suaminya.

Mendapat izin dari Kepala Desa Sergang Moh. Duki, saat itu juga korban bersama keluarganya langsung melaporkan insiden penganiayaan tersebut ke Polsek Batuputih.

Baca Juga:  Demi Keselamatan Penumpang, Komunitas Guru PPPK Gugus 2 Gili Raja Sumbang Layar Perahu

Selain menerima laporan, korban bercerita dirinya dibawa pihak kepolisian ke Puskesmas Batuputih untuk dilalukan visum. Bahkan, Rabu, 31 Agustus 2022 siang, anggota Polsek Batuputih juga mendatangi rumah korban dan pelaku, serta mengecek lokasi kejadian.

“Tadi siang dari kepolisian datang ke sini. Harapan saya kepada pihak penegak hukum agar sesegera mungkin menindaklanjuti laporan saya dan memberikan sanksi terhadap MD sesuai undang-undang yang telah berlaku,” ujar JH. (*)

Leave a Reply