Lestarikan Budaya, Masyarakat Mayangrejo Bojonegoro Masih Lestarikan Langen Beksan Tayub

- Admin

Jumat, 15 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dalam menjaga tradisi dan budaya Langen Beksan Tayub (Menari bersama) di era milenial ini masih dipertahankan oleh Warga Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Jumat, (15/07/2022).

Tak kurang lebih dari 20 penari Beksan Tayub yang diiringi gamelan Jawa serta biduan (Warangono/Sinder) memandu para penari yang mengikuti irama di bawah rindangnya pepohonan, sangat ramai dan antusias bagi warga Desa Mayangrejo kecamatan Kalitidu.

Dalam pantauan Awak media Suara Bangsa, pemuda, wanita, mau pun pria dewasa pun rancak mengikuti irama langam Jawa.

Tarmuti selaku ketua panitia Sedekah Bumi Desa Mayangrejo mengatakan, Mayangrejo saat ini terus berbenah meskipun era nya modern atau milenial, tradisi Jawa tetap dipertahankan perlu

Baca Juga:  Tajuk Rencana: Memutus Rantai Mafia Properti, Menjemput Investasi di Bojonegoro

“Langen tayub ini adalah budaya Jawa yang harus dilestarikan,” ungkapnya.

Imbuhnya, sedekah bumi tahun ini tidak hanya di sendang Ngenden saja, sebelumnya warga telah bergotong royong bersih bersih di makam makam Islam, dan pemugaran petilasan Botoh putih atau yang biasa dikenal Sekar petak.

“Kemarin, sebelum Langen tayub, kita lakukan gotong royong bersih bersih dan ngaji bersama di Makam Islam, dan gotong royong bersih bersih di Botoh putih atau biasa disebut Sekar petak, cikal bakal desa Mayangrejo, semalam kita tasyakuran dan ngaji bersama, dan siang nya Langen tayub, hal ini sudah menjadi tradisi dan budaya desa Mayangrejo” tuturnya.

Baca Juga:  Kehabisan Stok Oksigen, Pasien Kepulauan Arjasa Gagal Dirujuk ke RSUD Sumenep

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Desa Mayangrejo Ashandi, Tujuan dari rangkaian acara Sedekah bumi yang telah dilakukan oleh warga, hal tersebut tak lain dari rasa bersyukurnya antara manusia dan alam kepada Tuhannya, yang telah memberi kesejahteraan. Dan juga memupuk rasa saling menghormati dan menjaga rasa, saling bergembira bersama serta bergotong royong.

“Sedekah bumi di Desa Mayangrejo adalah
Wujud rasa syukur terhadap alam yang telah memberikan segala kebutuhan manusia dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, Sebagai pencipta alam seisinya. Melaksanakan prosesi adat dan budaya yang bertujuan memupuk rasa kebersamaan hormat menghormati antar warga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Imbuhnya, untuk itu sebelum Langen tayub di dukuh Ngenden yang telah menjadi tradisi desa Mayangrejo, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga telah bergotong royong, serta doa bersama di makam Islam mau pun di sendang Ngenden, serta di Botoh putih (Sekar petak).

“Kita, telah melaksanakan tahlil dan doa bersama serta tahtimul quran yang dilaksanakan di halaman polindes dekat makam desa, dan bergotong royong bersih bersih di Botoh putih, dan tasyakuran ngaji bersama di sendang ngenden,” pungkasnya.

Berita Terkait

Arak-arakan Api Abadi HJB ke-349 Singgah di Trucuk Sebelum Puncak Acara di Kota
Beda dari Tahun Sebelumnya, Prosesi Pengambilan Api Abadi HJB ke-349 Lewati Rute Baru dan Libatkan Banyak Kecamatan
Peringati Hari Jadi Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Serukan Semangat Gotong Royong
Diharapkan Jadi Daya Tarik Wisatawan, Pemkab Sumenep Dukung Penyelenggaraan Kharisma Event Nusantara
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Pemkab Sumenep Dorong Festival Tani Ganding 2026 Jadi Percontohan Ivent Kecamatan
Bupati Sumenep Apreasiasi Tatorbangan Ritual Culture, Wujud Pelestarian Tradisi dan Kearifan Lokal
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:01 WIB

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Independensi PWI Dipertanyakan: Rangkap Jabatan BUMN Pengurus PWI Pusat Disorot Tajam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:53 WIB

DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:03 WIB

BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa

Berita Terbaru

Daerah

DPMD Sumenep Mulai Proses Tahapan Pilkades Serentak 2027

Senin, 26 Okt 2026 - 19:01 WIB