Perjuangkan Masa Depan, Ratusan Guru Honorer di Sampang Curhat kepada Anggota Dewan

- Admin

Rabu, 29 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Meski lolos passing grade (PG) namun gagal dapat formasi, ratusan guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Kabupaten Sampang (FGHNLPGKS) Madura, Jawa Timur, wadul ke kantor DPRD setempat, Rabu (29/06/2022).

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id dilokasi, ratusan guru honorer baik swasta maupun negeri tersebut, selain menyampaikan aspirasi melalui audiensi juga menggelar istighosah di Musholla DPRD.

Perwakilan FGHNLPGKS itu ditemui Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana, Sekretaris Komisi 1 Aulia Rahman, Ketua Komisi IV Mosoddaq Halili, Wakil Ketua Komisi IV Nasafi, anggota Komisi IV Ahmad Fatoni dan Heriyanto.

Audiensi tersebut dihadiri juga oleh Sekdakab H Yuliadi Setiayawan, didampingi Kadisdik Edi Subianto, perwakilan BKPSDM, perwakilan BPKAD dan dihadiri sekitar 25 perwakilan guru honorer.

Mereka berharap mendapat dukungan dan dorongan dari wakil rakyat terkait keluhannya, lantaran mereka yang sudah dinyatakan lolos passing grade (PG), tetapi belum mendapatkan formasi karena Sampang tidak mengajukan formasi yang cukup.

Baca Juga:  Respon Cepat, Satlantas Polres Sampang Kembali Razia Dump Truk Bermuatan Pasir Tanpa Penutup

Diketahui Pemkab Sampang hanya mengajukan formasi sebanyak 110 orang P3K untuk tahun 2022. Sedangkan jumlah peserta atau guru honorer yang lolos sebanyak 705 orang.

Dalam forum itu, Ketua FGHNLPG Kabupaten Sampang, Ahmad Jawahir mengatakan, para guru honorer yang hadir merupakan peserta PPPK yang dinyatakan lulus passing grade (PG) dari dua kali seleksi. Namun, ratusan guru honorer gagal karena tidak mendapat formasi akibat minimnya formasi yang diajukan Pemkab.

“Betapa beratnya kita, regulasi di atas dan di bawah tidak berpihak ke kami. Kita memohon kepada Pemkab dan juga DPRD agar di 2022 teman-teman yang lolos dan tidak mendapat formasi ini bisa diakomodir,” ujar Jawahir.

Senada disampaikan Erniati, perwakilan dari UPTD SDN Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, menyampaikan guru honorer yang mengikuti audiensi adalah mereka yang lolos namun tidak mendapat formasi.

Baca Juga:  Aksinya Terekam CCTV, Pelaku Penjambretan di Camplong Sampang Diciduk Polisi

“Kami hanya ingin ada peningkatan kesejahteraan dan bisa diterima jadi P3K. Karena kami sudah lolos tapi belum dapat formasi, semoga permintaan kami ini bisa dipenuhi oleh pemerintah daerah,” ujar Erniati, dikonfirmasi usai audiensi.

Dirinya bermohon adanya regulasi yang jelas, melindungi dan menjamin hak guru honorer mendapatkan formasi. Hal itu, kata Erniati, lantaran wacana pemerintah pusat seringkali tidak sinkron dengan implementasi instansi daerah.

“Memang, harus melihat keuangan daerah. Namun, kami memohon bisa penambahan. Tahun kemarin, kami lolos passing grade tapi tidak ada formasinya. Kami berharap, yang sudah lolos passing grade untuk bisa diterimakan SK-nya (Surat Keputusan) 2022,” harap Erniati.

Menyikapi aspirasi guru honorer tersebut, Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana menyampaikan akan mengakomodir tuntutan para guru honorer itu. Ia berharap mereka yang dinyatakan lulus passing grade (PG) namun belum dapat formasi, bisa terakomodir semua menjadi PPPK.

Baca Juga:  Ban Meletus, Truck Box Tabrak Median Tol Solo Ngawi

Tentunya hal itu, lanjut Amin, harus dicarikan formula termasuk bagaimana alokasi anggarannya. Pihaknya berharap pemerintah pusat juga mendengarkan aspirasi mereka dan bisa menyelesaikan dengan mengakomodir menjadi PPPK.

“Mereka ini kan rata-rata usianya di atas 35 tahun. Dilihat dari sisi perjuangan dan pengabdian sudah cukup luar biasa. Kasihan lah,” tegas Amin.

Amin mendukung aspirasi para guru honorer dan pihaknya berjanji akan memperjuangkan keluhan dari para guru honorer tersebut. Semoga kedepannya, harap Amin, ada jawaban baik oleh pemerintah pusat.

“Tentu aspirasi mereka sangat baik, sebagai wakil rakyat wajib memperjuangkan dan mengawal semua keluhan para guru honorer ini,” pungkas Amin.

Berita Terkait

Soroti Belanja Modal dan Bansos yang Mandek, Golkar Bojonegoro Desak Evaluasi Total APBD 2025
Realisasi Pendapatan APBD Bojonegoro 2025 Lampaui Target, Capai 110,51 Persen
Perkuat Layanan Kanker, Siloam Hospitals Surabaya Operasikan LINAC dan CT Simulator
Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:43 WIB

Pererat Kekeluargaan, Koperasi KAREB dan PT KAS Gelar Doa, Besok bersama warga desa juga lakukan hal sama, akan Santuni Ratusan Anak Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:42 WIB

Ojol Bojonegoro Berbagi 500 Paket Takjil di Jalan Pemuda

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Ketua Projo Bojonegoro: Pengakuan Rismon Sianipar Adalah Kematian Narasi Fitnah Ijazah Jokowi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

Begini Suara Syukur dari Pedal Listrik, Kisah Lansia Bojonegoro Terima Bantuan Presiden RI Becak listrik

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:23 WIB

Menteri LH Bersama Bupati Bojonegoro Pimpin Curve, dan Bersih-bersih di Program Indonesia Asri

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:04 WIB

Bocil di Bojonegoro yang Sempat Dilaporkan Hilang, Keluarga Menolak Diotopsi

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:38 WIB

Orang Tua Siswa yang Kritik MBG Dilaporkan SPPG, Begini Komentar Ketua DPC Peradi Bojonegoro

Senin, 23 Februari 2026 - 12:39 WIB

Usai Viral, Aktivitas Pungli di TBB Tidak Terlihat Lagi

Berita Terbaru